Gara-gara Pasang Iklan, WhatsApp Terancam Ditinggalkan Pengguna

 Gara-gara Pasang Iklan, WhatsApp Terancam Ditinggalkan Pengguna

Naviri Magazine - Ada yang pakai WhatsApp di sini? Kemungkinan besar kita menggunakan WhatsApp sebagai sarana pesan instan di ponsel. Selain mudah penggunaannya dan gratis, di WhatsApp juga tidak ada iklan, sehingga kita nyaman menggunakannya.

Namun, baru-baru ini muncul kabar bahwa WhatsApp akan memasang iklan di aplikasi tersebut. Gara-gara itu pula, WhatsApp terancam akan ditinggalkan penggunanya.

WABetaInfo, blog teknologi yang sering membocorkan fitur baru WhatsApp, mengeluarkan prediksi bahwa akibat pemasangan iklan, ada banyak pengguna yang akan meninggalkan aplikasi pesan tersebut.

Di awal kehadirannya, WhatsApp dijanjikan sebagai aplikasi yang gratis dipakai selamanya, dan tidak akan ada iklan di dalamnya. Namun, tampaknya janji itu tidak akan bisa dipertahankan setelah WhatsApp diakuisisi Facebook pada 2014 lalu.

Jumlah pengguna WhatsApp yang menembus angka 1,5 miliar per bulan, membuat Facebook melihat aplikasi pesan tersebut sebagai 'lahan' baru untuk meningkatkan pendapatan.

Chris Daniels, Vice President WhatsApp, mengatakan bahwa aplikasi itu akan menempatkan iklan di fitur Status miliknya, yang mirip Stories di Instagram.

Selain diprediksi bakal ditinggalkan banyak pemakainya, karyawan WhatsApp juga tidak menyetujui usaha "cari duit" itu. Buntutnya, WhatsApp mulai ditinggalkan para pendirinya, seperti Brian Acton pada 2017, dan Jan Koum pada 2018. Kemudian Chief Business Officer, Neeraj Arora, juga memutuskan hengkang dari WhatsApp.

Secara umum, kenapa ada begitu banyak orang yang anti iklan digital?

Ternyata, menurut hasil sebuah survei yang dilakukan Instart Logic dan Propeller Insights di awal 2018, para warganet merasa iklan di media sosial seperti nyamuk atau lalat yang terbang dekat dengan telinga mereka.

Chris Binstadt, General Manager iklan dan media Instart Logic, menjelaskan bahwa hal ini berhubungan dengan semakin pintarnya konsumen.

"Konsumen telah lebih cerdas untuk mengetahui dengan pasti apa yang mereka ingin lihat, dan bagaimana mereka ingin melihatnya," kata Binstadt dikutip dari AdWeek.

"Sebagaimana ruang (internet) semakin dewasa dan maju, pada waktu yang sama, para konsumen juga lebih pemilih dan mudah berubah-ubah keinginan," tambah dia.

Baca juga: Gara-gara Media Sosial, Banyak Pasangan di Bandung yang Bercerai

Related

Smartphone 6498370256997438355
item