Perceraian di Indonesia Terus Meningkat dari Waktu ke Waktu

Perceraian di Indonesia Terus Meningkat dari Waktu ke Waktu

Naviri Magazine - Dalam banyak film atau novel romantis, khususnya terkait legenda-legenda semacam Cinderella, sering ada kalimat “Dan mereka pun bahagia selama-selamanya”, atau varian kalimat lain serupa. Kalimat penutup itu adalah kesimpulan terkait dua orang yang menjalin hubungan, hingga sampai ke pernikahan.

Sayangnya, dalam kehidupan nyata, pernikahan tidak terjamin selalu seindah itu. Meski ada pasangan-pasangan yang bahagia dalam rumah tangganya, namun juga ada pasangan-pasangan yang menderita, hingga memutuskan untuk bercerai.

Tentu saja tidak ada yang menginginkan perceraian terjadi dalam hubungan suami istri. Namun, kenyataannya, angka perceraian semakin meningkat. Khususnya di Indonesia.

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama mencatat sejalan dengan meningkatnya angka pernikahan, angka talak dan cerai yang tercatat di Ditjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung juga meningkat 2,4 persen menjadi 374.516 peristiwa, dari yang sebelumnya 365.654 peristiwa.

Perceraian bisa disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari ketidakcocokan, masalah ekonomi, hingga dipicu kehadiran orang ketiga dalam hubungan.

Bahkan para ahli telah mengidentifikasi faktor-faktor risiko perceraian ini, yang meningkatkan kemungkinan berpisah pasangan.

Dikatakan oleh Ajeng Raviando, Psikolog dari Universitas Indonesia, tantangan suami istri saat ini memang berbeda dibanding pasangan generasi sebelumnya. Tantangan-tantangan tersebut juga menjadi penyebab meningkatnya angka perceraian suami-istri masa kini.

Baca juga: Pernikahan Mewah dan Mahal Akan Segera Dilarang di Negara Ini

Related

Relationship 8508550619816489657
item