Buku Karya Adolf Hitler Terjual Hingga 10 Juta Eksemplar

Buku Karya Adolf Hitler Terjual Hingga 10 Juta Eksemplar

Naviri Magazine - Di masa muda, Adolf Hitler tumbuh sebagai seorang seniman dengan kesulitan ekonomi. Hidupnya berpindah dari hostel ke hostel.

Ia ikut bertempur dalam Perang Dunia I, dan kemudian aktif menjadi anggota Partai Nazi yang baru terbentuk. Pada 1923, Hitler bersama beberapa petinggi Nazi meluncurkan kudeta terhadap pemerintah Bavaria di Munich, namun berakhir gagal. Peristiwa yang dikenal dengan Beer Hall Putsch itu membuat Hitler dikirim ke penjara, dan dituding sebagai pengkhianat.

Hitler menghabiskan kurang dari satu tahun di balik jeruji besi. Pada 1924, Hitler menulis manifesto politiknya di penjara, dengan jilid pertamanya diberi judul "Mein Kampf" (Perjuanganku). Manifesto politik Hitler diterbitkan dalam dua volume, pada pertengahan 1920-an. Buku yang membahas pandangan anti-Semit (anti-Yahudi) itu menjadi sangat populer, seiring Hitler naik ke tampuk kekuasaan tertinggi.

Setelah Hitler menjadi Kanselir Jerman pada 1933, setiap pengantin baru diberi kado "Mein Kampf" secara cuma-cuma. Pada 1945 "Mein Kampf" menduduki puncak penjualan dengan 10 juta eksemplar. Royalti atas penjualan buku tersebut membuat Hitler kaya raya.

Setelah perang, pihak sekutu memberikan hak cipta "Mein Kampf" pada pemerintah Bavaria, yang lalu melarang pencetakan ulang di Jerman. Ketika hak cipta "Mein Kampf" berakhir di Eropa pada 31 Desember 2015, "Mein Kampf" memasuki domain publik.

Aset Hitler yang lain, seperti sebuah rumah di Alpen Bavaria yang disebut Berghof, dan sebuah apartemen di Munich, keduanya dipindahkan ke negara bagian Bavaria setelah perang.

Baca juga: Fakta-fakta Mein Kampf, Buku Paling Berbahaya di Dunia

Related

History 343308253096658034
item