Melihat Keadaan Bumi yang Makin Hari Kian Mengkhawatirkan

Melihat Keadaan Bumi yang Makin Hari Kian Mengkhawatirkan

Naviri Magazine - Bumi adalah tempat bersama yang dihuni manusia beserta makhluk hidup lain, termasuk hewan dan tumbuhan. Manusia, bersama hewan dan tumbuhan, saling terkait. Dalam arti, ketiganya memiliki peran masing-masing dalam menjaga kelestarian bumi sebagai tempat tinggal.

Sayangnya, perilaku manusia yang tak terkendali kadang melupakan kenyataan itu. Manusia memburu hewan-hewan yang punya fungsi penting bagi alam. Manusia juga membabat banyak hutan untuk berbagai keperluan perdagangan. Akibatnya, perlahan namun pasti, kondisi bumi kian mengkhawatirkan.

Itu saja belum cukup, manusia juga membuang sampah seenaknya, hingga mencemari lautan. Polusi ada di mana-mana, dan memantik pemanasan global. Cuaca makin panas, dan es di kutub mulai mencair.

Berdasarkan data dari National Snow & Ice Data Center, luas es laut Kutub Utara pada bulan Desember 2018 adalah sekitar 11,86 juta kilometer (km) persegi. Hal ini menunjukkan bahwa salju di Arktika mengalami perubahan selama sepuluh tahun terakhir.

Dilansir Usa Today, para ilmuwan melaporkan bahwa 2018 adalah tahun terhangat yang pernah tercatat untuk lautan dunia. Lapisan es Antartika juga mencair enam kali lebih cepat daripada 40 tahun yang lalu, dan mencapai rekor terendah untuk Januari tahun ini.

Arktika adalah salah satu contoh perubahan iklim yang terjadi pada saat ini berdampak besar bagi lingkungan. Selain Arktika, salju juga terlihat mencair dan menipis di Swiss.

Hal serupa juga terjadi pada Rhone Glacier, sebuah gletser di Pegunungan Alpen, Swisss, yang terkenal keindahannya, dan salah satu sumber mata air sungai Rhone tersebut juga terlihat mencair dan menipis.

Selain salju yang mencair di Swiss, rusaknya terumbu karang juga terjadi di bawah laut.

Tak hanya itu, deforestasi juga terlihat di Kalimantan, di mana terjadinya perubahan fungsi lahan yang terjadi untuk perkebunan kelapa sawit. Dilansir dari laman WWF, Hutan Kalimantan diyakini bakal menyusut sebanyak 75 persen pada 2020, jika deforestasi tidak dihentikan.

Hal itu diungkapkan dalam laporan tahunan mengenai situasi lingkungan di kalimantan, yang dipublikasikan WWF Indonesia dan Malaysia.

Jika hal tersebut tidak dihentikan, maka diprediksi Kalimantan akan kehilangan 10-13 juta hektare hutan, antara kurun waktu 2015 hingga 2020.

Pemanasan global yang terjadi di Antartika dan Arktika juga mulai menyebabkan rantai makanan terganggu. Hal ini terlihat saat seekor beruang kutub yang semakin kurus karena rantai makanan yang terganggu.

Baca juga: Lubang Hitam, Monster Mengerikan yang Bersembunyi di Langit

Related

World's Fact 7476753720162380665

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item