Misteri Hilangnya Tabut Perjanjian dari Zaman Nabi Musa (Bagian 1)

Misteri Hilangnya Tabut Perjanjian dari Zaman Nabi Musa

Naviri Magazine - Dimulai dari Yerusalem, kota yang dianggap suci bagi banyak orang. Di tengahnya terletak sebuah bukit bernama Moria, yang kini menjadi situs Dome of the Rock/Qubbah As-Sakhrah yang luar biasa. Selain Dome of the Rock, di kompleks tersebut (Al-Haram ash-Sharif) terdapat Masjidil Aqsha. Dari sini, Nabi Muhammad dinaikkan ke langit (Sidratul Muntaha) dalam peristiwa Mi'raj.

Jauh sebelum itu, Yesus/Isa menyembuhkan orang buta dan sakit di tempat yang sama, sehingga kaum Kristiani juga menyebutnya tanah suci. Seribu tahun sebelumnya, King Salomo/Nabi Sulaiman membangun bait aslinya di gunung ini untuk menyimpan benda misterius yang disebut the Ark of the Covenant/Tabut Perjanjian.

Di masa itu, tempat tersebut adalah pusat agama Yahudi. Bagaimana Tabut itu sampai di sini, dan bagaimana bisa lenyap dari sini? Itulah teka-teki yang mengundang obsesi. Apa yang terjadi pada benda terpenting dalam Perjanjian Lama ini sehingga bisa lenyap begitu saja?

Kisah Tabut itu berawal lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Waktu itu, seseorang memimpin 2 juta orang ke Gurun Sinai. Ia butuh campur tangan Ilahi dalam skala yang luar biasa, dan ia akan mendapatkannya. Orang itu adalah Moses/Musa yang memimpin kaumnya keluar dari perbudakan di Mesir.

Tiga bulan mengembara setelah mukjizat terbelahnya Laut Merah, ia membawa orang Israel ke Gunung Sinai. Tuhan akan melimpahkan kurnia yang belum pernah ada bagi umat manusia. Dari ratusan hukum yang ada di dalam Perjanjian Lama, semuanya seolah diturunkan dari suatu tempat. Tapi tidak dengan 10 hukum besar yang dibawa Musa turun dari Gunung Sinai.

Ada sepuluh perintah Allah yang diturunkan kepada Musa di Gunung Sinai, dan perintah-perintah itu tertulis pada dua loh batu. Musa juga membuat tempat/wadah yang digunakan untuk menyimpan sepuluh perintah Allah yang disampaikan kepadanya di Gunung Sinai, yaitu sesuatu yang kita sebut Tabut Perjanjian.

Tabut itu dibuat sangat spesifik, berwujud peti kayu dengan panjang 1,2 meter, lebar 61 cm, dan tinggi 61 cm. Terbuat dari kayu keras yang disebut akasia, bagian luar dan dalamnya disepuh emas murni. Di sudut-sudut Tabut ada 4 cincin emas, dimana kayu pengusung yang juga disepuh emas dapat dimasukkan untuk membawa Tabut tersebut.

Tutupnya, yang juga disebut "tumpuan kaki tuhan", juga terbuat dari emas murni, dimana Patung Malaikat bersayap emas (kerubim) juga diletakkan di ujung-ujung atasnya, dan saling berhadapan.

Tabut itu berfungsi sebagai sambungan langsung bagi Musa pada Tuhan. Akan muncul awan cerah di atas tutup emas di antara kerubim itu, saat Tuhan ingin menyampaikan sesuatu pada hamba-Nya. Tuhan memerintahkan hanya pendeta dari suku Lewi yang bisa membawanya. Berat Tabut itu mungkin beberapa ratus pon, tapi menurut legenda ia bisa terangkat sendiri walaupun tidak ada seorang pun yang mengangkatnya.

Tidak ada seorang pun, bahkan pendeta Lewi, yang boleh menatapnya. Jadi, mereka selalu menutupinya dengan kain biru dan kulit binatang. Sejak awal, Tabut itu sudah menampakkan sisi berbahaya.

Beberapa hari kemudian, dua keponakan Musa mencoba memberikan persembahan kepada Tabut itu, dan keduanya langsung mati terbakar. Menurut legenda, kerubim itu memercikkan api tanpa henti, menghanguskan orang dan benda yang menyentuhnya.

Tabut itu mendampingi Kaum Israel 40 tahun lamanya, selama mereka mengembara dan berperang. Bersama Tabut itu, orang Israel mampu menaklukkan tanah yang dijanjikan.

Benda itu mengandung kekuatan dan kepentingan yang tak terbayangkan. Menurut cerita dalam Alkitab Yahudi, Tabut itu dibawa di depan pasukan dalam setiap pertempuran, tiap pertempuran selama penaklukkan orang Israel akan tanah Kanaan. Ia terus menerus dibawa dalam perang, agar musuh dapat terkalahkan, dan Tabut itu akan selalu berada di garis depan.

Ada catatan luar biasa bahwa Tabut itu terangkat dari tanah dan terbang menuju ke arah musuh sambil mengeluarkan suara-suara erangan.

Satu orang malang bernama Uza, berniat menstabilkan Tabut tersebut saat tampak goyah sewaktu diangkat oleh para pendeta Lewi, dan ia langsung mati terbakar. Sesudahnya, Musa memerintahkan agar dibuatkan kemah/tenda untuk meletakkan Tabut itu. Bukan untuk melindunginya dari orang, tapi justru sebaliknya.

Kemenangan militer pertama dan paling terkenal dari Tabut itu adalah runtuhnya tembok kota Yerikho/Jericho. Pendeta Lewi, yang bertugas membawa Tabut, mengangkutnya mengitari kota bertembok itu sekali sehari selama 6 hari. Di hari ke-7, mereka berkeliling 7 kali, dan menyuruh meniup sengkala. Seketika itu juga tembok kota pun runtuh.

Baca lanjutannya: Misteri Hilangnya Tabut Perjanjian dari Zaman Nabi Musa (Bagian 2)

Related

Mistery 7794470361562214255

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item