Sekarang Ada Biskuit Rasa Soto, Nasi Uduk, Hingga Rasa Rendang

 Sekarang Ada Biskuit Rasa Soto, Nasi Uduk, Hingga Rasa Rendang

Naviri Magazine - Rawon, rendang, nasi uduk, atau soto, merupakan kuliner asli Indonesia yang biasanya kita nikmati di waktu makan. Namun, di tangan Kataline Darmono, kuliner khas Nusantara tersebut ia racik menjadi sekeping biskuit yang bisa dinikmati kapan saja, bahkan bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang sedang pelesir ke Indonesia.

Ide menciptakan biskuit dengan rasa kuliner tersebut berawal dari teman-teman Kataline, yang sering bingung jika harus mencari oleh-oleh saat berkunjung ke Indonesia. "Kalau bawa batik, kopi, dan kerupuk, sudah terlalu sering," katanya.

Kateline, yang merupakan lulusan sekolah bidang pemasaran dan keuangan di Amerika Serikat, memang menyukai biskuit sebagai camilan.

"Saya banyak makan cookies, terutama ketika sekolah dan harus belajar sampai malam. Selama sekolah di luar negeri, saya juga punya kesempatan untuk mencoba berbagai macam cookies dari berbagai negara," kata wanita yang merupakan anak pendiri biskuit Khong Guan ini.

Ia kemudian serius mengembangkan Infinite Delight, produk biskuit premium yang memiliki 26 rasa unik, termasuk 6 rasa savory collection yang memiliki rasa kuliner Indonesia. Dengan tagline "Indonesia Banget", biskuit tersebut antara lain memiliki rasa rawon, soto, ubi ungu, hingga sambal goreng.

Kateline lalu membuat riset mendalam untuk memastikan rasa tersebut memang asli kuliner Indonesia. "Setiap negara memiliki khasnya sendiri. Misalnya saja makanan terkenal di Singapura adalah nasi lemak, tapi sebenarnya merupakan makanan dari Malaysia," katanya.

Setiap biskuit yang ia buat merupakan kombinasi dari bahan asli dan bumbu tradisional. Agar biskuitnya bisa dinikmati setiap orang, ia sengaja tidak menggunakan bahan perasa dan pengawet.

"Bumbu dan rempah asli itu perlu dikombinasikan karena ada keterbatasan. Misalnya saja ada masakan asli yang butuh 12 jam untuk memasaknya, maka kami coba persingkat dengan mencoba-coba berbagai teknik," paparnya.

Setelah mencoba berulang kali hingga mendapat formula yang pas, kini ia berhasil menciptakan biskuit dengan cita rasa yang unik. Setiap keping biskuit yang kita kunyah langsung mengingatkan kita pada masakan aslinya.

Kemasan cantik

Biskuit Infinite Delight bukan hanya enak di lidah, tapi juga memiliki kemasan yang cantik dan higienis, sehingga layak menjadi suvenir atau hadiah kepada relasi. "Selain rasa, kami juga sangat mementingkan penampilan secara visual agar experience costumer ketika membeli cookies tercapai," ujarnya.

Ia menambahkan, setiap pembeli juga bisa meminta kemasan yang bersifat personal. "Ketika seseorang membeli kado untuk orang yang spesial, mereka pasti akan berpikir matang-matang sampai memutuskan untuk membeli sesuatu yang paling pas, agar dapat menggambarkan perasaan mereka," katanya.

Selain rasa tradisional, ia juga membuat biskuit rasa internasional, seperti cokelat atau keju. Ia juga menciptakan biskuit dengan cita rasa unik seperti biskuit Matcha, yang terbuat dari daun teh hijau asli Jepang. Hasilnya, rasa, aroma, warna, dan teksturnya mirip dengan teh hijau yang memikat.

Infinite Delight, yang sudah berdiri sejak tahun 2009, memiliki showroom di Gedung Wirausaha Kuningan Jakarta, dan juga telah hadir di Lippo Mall Kemang.

Kateline berharap, kelak biskuit ciptaannya bisa membantu memperkenalkan cita rasa asli Indonesia ke mancanegara.

"Dengan adanya cookies ini juga bisa membantu pariwisata Indonesia untuk mendapat pengakuan seluruh dunia, jika keenam makanan itu adalah makanan khas Indonesia yang menggunakan rempah asal Indonesia dan khas Indonesia," katanya.

Tak puas dengan biskuit, Kateline kini tengah mempersiapkan peluncuran inovasi terbarunya, yakni ice cream sandwich. Produk tersebut menurutnya adalah biskuit yang dipadukan dengan es krim yang lembut. "Ketika menggigit ice cream sandwich dari Infinte Delight, cookies dan es krim menyatu dan berpadu. Melting in your mouth," katanya.

Related

Food 7559938869704175318
item