Misteri Harta Peninggalan Bung Karno yang Tersembunyi

  Misteri Harta Peninggalan Bung Karno yang Tersembunyi

Naviri Magazine - Tahun ‘80-an lalu, masyarakat dihebohkan dengan kabar adanya dana revolusi senilai 450 juta dollar AS. Harta tersebut tersimpan di sebuah bank terkemuka di Swiss, atas nama Presiden Soekarno. Simpanan yang nilainya hampir mencapai 3,9 triliun rupiah itu menarik minat sejumlah menteri pada masa pemerintahan Soeharto.

Setelah menjadi polemik cukup lama, kabar itu pun hilang dengan sendirinya. Kemudian, tak lama setelah itu, seorang wanita paruh baya bernama Lilik Sudarti menggelar jumpa pers di sebuah hotel berbintang. Menurut pengakuannya, dia menyimpan dokumen yang menyebutkan bahwa bangsa Indonesia memiliki simpanan pada 21 bank terkemuka di dunia.

Jumlahnya tidak tanggung-tanggung. Mencapai 250 miliar dollar AS. Jika dirupiahkan, nilainya mencapai Rp 2.200 triliun. Dokumen itu pun sempat dicek keasliannya. Namun, setelah itu, tak terdengar lagi kabar dari Lilik Sudarti, yang menghilang entah kemana.

Bahkan pernah masyarakat kembali dihebohkan dengan tersiarnya kabar bahwa di bawah prasasti Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, tersimpan harta karun yang luar biasa banyaknya. Pemerintah pun sempat termakan isu soal harta karun itu. Karena mengundang protes di mana-mana, akhirnya penggalian dihentikan tanpa sempat menemukan harta yang disebut-sebut.
 
Kisah penemuan harta karun Bung Karno tidak berakhir di sini. Seorang pria, Soenuso Goroyo Soekarno, mengaku memiliki harta warisan Bung Karno untuk negara Indonesia. Pria kelahiran Yogyakarta itu bahkan menyebut dirinya sebagai Satrio Piningit.

Alkisah, tahun 2000 lalu adalah awal mula ia menemukan harta karun itu. Berupa lantakan emas murni 24 karat bergambar foto Bung Karno, berikut sertifikat yang menunjukkan keasliannya. Jumlahnya kini telah terkumpul sebanyak 2 peti.

Menurut Goroyo, masih tersimpan ribuan ton lantakan emas yang hanya diketahui persis olehnya. Selain lantakan emas, ada pula platinum atau emas putih, yang harganya dua kali lipat emas murni.

Tak hanya itu, beberapa sertifikat deposito dan obligasi bergaransi, berikut dokumen atas nama Mr. Soekarno, ada di tangannya. Angka-angka yang tertera dalam sertifikat dan obligasi tersebut sangat fantastis. Mulai dari 172 miliar dollar AS, 265 miliar dollar AS, hingga 870 juta dollar AS.

Penemuannya yang lain berupa mata uang Brazil, atau disebut-sebut uang U-B-C-N, dengan nilai nominal bervariasi. Tidak hanya itu, Goroyo bahkan mengaku menemukan berlian dan batu permata merah delima, serta sejumlah uang emas dinar.

Berbagai upaya telah dilakukan Goroyo untuk melaporkan temuannya itu kepada pemerintah, baik secara tertulis maupun melalui berbagai media massa. Namun Goroyo kecewa, upaya melaporkan harta penemuannya itu, yang sudah ia lakukan sejak tahun 2000, belum mendapat tanggapan. Bisa jadi keengganan pihak pemerintah untuk menindaklanjutinya, karena pengakuan semacam ini biasanya palsu adanya.

Goroyo tampaknya begitu yakin bahwa sebenarnya masih banyak harta tersimpan di tempat yang tersembunyi, di darat maupun di laut. Namun, karena telah puluhan tahun tertanam, harta itu ada yang menguasai, yaitu mahluk gaib. Maka, hanya orang-orang yang memiliki ilmu atau sakti, yang mampu mengangkat kembali harta terpendam itu.

Terlepas dari benar atau tidak, percaya atau tidak percaya, puluhan orang dari berbagai kalangan telah datang berkunjung ke rumah Goroyo untuk melihat langsung hasil penemuannya itu. Satu lagi bukti, isu harta terpendam memang selalu menarik minat.

Apa yang Goroyo hadirkan itu bisa jadi juga bukan penutup kisah mengenai harta misterius Bung Karno. Tidak menutup kemungkinan, akan muncul Goroyo lain yang mengaku menemukan segudang harta. Bagaimana pun, klaim mengenai penemuan harta karun semacam ini sepatutnya disikapi dengan bijak. Agar masyarakat tak lagi terjebak oleh buaian mimpi dengan berbagai kisah ala Alibaba.

Related

Mistery 5334034777265610268

Recent

item