Tradisi Malam Pengantin yang Aneh di Armenia dan Azerbaijan

 Tradisi Malam Pengantin yang Aneh di Armenia dan Azerbaijan

Naviri Magazine - Memamerkan seprai di pagi hari sesudah malam pengantin adalah tradisi umum di Kaukasus. Adanya darah di situ memperlihatkan adanya hubungan intim. Daerah Kaukaus mencakup Armenia, Azerbaijan, Georgia, dan sebagian Rusia.

Keluarga akan memberi selamat ketika melihat noda darah, dan hanya dengan ini upacara pernikahan dianggap komplet.

"Inilah mengapa malam pengantin terselubung misteri - apa yang akan ditampilkan oleh seprai di pagi harinya," kata Shakhla Ismail, yang mempelajari hak-hak perempuan di Azerbaijan.

Jika tak ada noda darah, pengantin perempuan bisa dikucilkan dan dikembalikan ke orang tuanya, dianggap "cacat". Kemudian jika ia bercerai, akan sulit baginya menikah kembali. Ia juga bisa dirundung di rumah orang tuanya.

Pegiat hak asasi Azerbaijan mengatakan tradisi menguping di malam pengantin dan memamerkan seprai ini masih tersebar, terutama di daerah pedesaan. Terkadang sebelum pernikahan, calon pengantin perempuan diperiksa oleh "spesialis" yang memastikan keperawanannya.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, meminta agar praktik ini dihentikan, tapi masih saja dijalankan hingga kini di 20 negara.

"Apel merah"

Ada tradisi melibatkan seprai juga di Armenia, kadang bisa ditemui di Georgia dan beberapa republik di Rusia di kawasan utara Kaukasus.

Di Armenia, ada tradisi "apel merah" sebagai ungkapan bagi noda merah di seprai. Tradisi ini banyak ditemui di luar ibukota Yerevan.

"Semakin jauh dari ibukota, semakin sulit tradisi berubah. Di beberapa tempat masih ada fanatisme terhadap tradisi ini," kata Nina Karapetians, seorang pegiat hak asasi manusia.

Di pedesaan, perempuan menikah di usia 18, dan ketika mereka tak lulus tes "apel merah", orang tua bisa memungkiri keberadaan mereka.

Menurut Ellada Gorina, tradisi ini banyak membuat trauma bertahun-tahun, karena invasi terhadap privasi bisa membuat mereka merasa menjadi korban kekerasan.

Para ahli dari Armenia dan Azerbaijan sepakat tradisi ini perlahan menjadi bagian masa lalu.

"Generasi baru siap untuk melawannya," kata Nina Karapetians.

Related

World's Fact 3423558038969266472

Recent

item