Dibanding Virus MERS dan SARS, Seberapa Mematikan Virus Corona?

Dibanding Virus MERS dan SARS, Seberapa Mematikan Virus Corona?

Naviri Magazine - Virus Corona atau nCov menjadi virus jenis baru yang satu family dengan virus penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Ketiga penyakit itu diketahui menyerang sistem pernapasan, yang juga memicu kematian pada pengidapnya.

Sementara itu, virus jenis baru lainnya yang juga sempat menghebohkan pada beberapa waktu lalu, seperti flu burung dan flu babi, turut memicu kematian pada banyak orang. Lantas, seberapa mematikan virus corona jenis baru ini, dibandingkan dengan virus lainnya tersebut?

"Berita baiknya bahwa fatality-nya (tingkat kematian) rendah. Kalau dibandingkan dengan flu burung, itu 87 persen pasien yang dirawat di Indonesia meninggal. Kemudian SARS, 60 persen yang dirawat meninggal, ribuan orang meninggal. MERS juga cukup tinggi,” ujar spesialis paru, dr. Erlina Burhan Sp.P (K) di kantor Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Jakarta.

“Untuk nCov itu, kalau kita lihat enggak sampai 5 persen kematiannya," tambah Erlina.

Ia melanjutkan bahwa kematian akibat nCov juga tidak dapat dikaitkan langsung dengan virus tersebut. Sebab, penyebab kematiannya justru karena komorbid atau adanya penyakit penyerta pada pasien, seperti diabetes atau gagal ginjal.

Namun, bukan berarti tingkat kematian yang rendah lantas membuat virus tersebut tidak perlu diwaspadai. Dikhawatirkan oleh para tenaga medis, nCov bisa memicu banyaknya kesakitan yang diderita oleh warga di dunia.

"Jadi tidak bisa dibilang virus mematikan. Kan banyak yang malah bisa pulang. Tetapi yang paling ditakutkan adalah morebidity, kesakitannya, kasusnya jadi banyak. Banyak yang sakit. Jadi waspada jangan sampai kena sakit," ucap Ahli Penyakit Tropik dan Infeksi, Dr. dr. Erni Juwita Nelwan, Sp.PD-KPTI, FACP, FINASIM, Ph.D., dalam kesempatan yang sama.

Terlebih, virus corona juga sudah menyebar luas di berbagai negara. Maka dari itu, tindakan pencegahan harus dilakukan dengan menjaga stamina tubuh tetap baik.

"Karena sudah dicurigai (penularan) antar manusia, maka hati-hati jika tahu tetangga kita yang baru datang dari China atau negara lain yang terinfeksi. Mendekat ke orang sakit dengan gejala batuk dan pilek, sebaiknya jaga tidak tertular,” ujar Ketua Umum IDI, Dr. Daeng M Faqih SH. MH.

Lebih lanjut, Daeng mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyarankan masyarakat untuk memakai masker, dan jangan lakukan kebiasaan mengucek mata. Kesehatan tubuh juga harus diperkuat dengan olahraga dan makan sehat.

“Kalau stamina tubuh bagus, maka penyakit tidak timbul,” tambahnya.

Related

Health 5616271206876161211

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item