Kisah Tak Terungkap di Balik Virus Corona yang Kini Mewabah di Dunia

Kisah Tak Terungkap di Balik Virus Corona yang Kini Mewabah di Dunia, naviri.org, Naviri Magazine, naviri

Naviri Magazine - Pada 2017, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan yang memuat daftar patogen yang perlu sesegera mungkin diperhatikan, khususnya bagi kalangan ilmuwan.

Daftar tersebut antara lain: Crimean-Congo haemorrhagic fever (CCHF), Ebola, Marburg, Lassa, Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV), Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), Nipah, Rift Valley fever (RVF), dan Zika.

Tak lama selepas laporan itu keluar, beberapa peneliti WHO memutuskan untuk menambah satu virus lagi yang perlu diwaspadai: Disease X. Pada keterangannya, Disease X disebut sebagai “epidemi internasional yang serius, dapat disebabkan oleh patogen yang saat ini tidak diketahui, menyebabkan penyakit pada manusia.”

Professor Trudie Lang, sebagaimana diungkapkan The Guardian, menyebut, dengan munculnya Disease X, “negara-negara dunia harus sesegera mungkin memperkuat kemampuan penelitian,” terutama guna menghadapi berbagai penyakit baru yang disebabkan serangkaian virus yang belum pernah ada dalam sejarah hidup manusia.

Temuan Dokter Li Wenliang

Hampir tiga tahun selepas laporan itu diterbitkan, tepatnya pada Desember 2019, seorang dokter di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, bernama Li Wenliang, menemukan adanya virus baru dalam diri pasiennya. Ia menyebut penyakit itu “SARS-like virus”, dan diduga mengarah pada kemunculan Disease X sebenarnya.

Disebut “mirip-SARS”, karena gejala yang ditimbulkan sang pasien penderita virus aneh ini mirip SARS. Namun, dokter Wenliang berkesimpulan bahwa pasiennya tidak terkena SARS. Yang mengkhawatirkan, sebagaimana diungkapkannya pada The New York Times: “saya yakin bahwa pasien yang mendatangi saya telah menginfeksi pula keluarganya.”

Pada 31 Desember 2019, saat orang-orang hendak berpesta memperingati pergantian tahun, dokter Wenliang mengirim pesan peringatan melalui grup WeChat kepada masyarakat bahwa ada virus baru yang mengancam. Alih-alih bertindak mendalami virus mirip-SARS itu, banyak pihak justru mempertanyakan peringatan dokter Wenliang, termasuk otoritas Wuhan.

“Polisi percaya bahwa virus ini bukan SARS. Mereka yakin bahwa saya menyebarkan gosip, dan mereka meminta saya mengakui telah melakukan kesalahan (diagnosis),” tutur dokter Wenliang. “Saya merasa dianiaya, tetapi saya menerimanya.”

Tak lama setelah menangani pasiennya tadi, dokter Wenliang juga tewas karena terinfeksi virus yang sama. Virus tersebut kemudian dikenal dengan beberapa sebutan: Virus Corona, Corona Wuhan, Coronavirus, hingga Covid-19.

Terlepas dari penyebutannya, hingga tulisan ini dibuat, virus tersebut telah menyebabkan 2.626 orang meninggal, dan 79.707 orang menderita.

Sikap otoritas Cina, yang menganggap dokter Wenliang hanya “bergosip”, dikritik banyak kalangan. Laporan berjudul “Clinical Features of Patients Infected with 2019 Novel Coronavirus in Wuhan, Cina” (2020), yang disusun beberapa profesor dari Cina, menyebut lambatnya penanganan otoritas setempat menjadikan virus Corona berkembang pesat tak hanya di Asia, tetapi juga di berbagai penjuru dunia.

Related

World's Fact 2404346571865365997

Recent

item