Vaksin Corona Mulai Diuji Klinis Pada Manusia, Ini yang Terjadi Pada Relawan

Vaksin Corona Mulai Diuji Klinis Pada Manusia, Ini yang Terjadi Pada Relawan, naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Vaksin virus corona SARS-CoV-2 yang tengah dikembangkan Moderna, perusahaan teknologi asal Massachusetts, Amerika Serikat, memasuki fase uji coba pada manusia. Salah satu relawan, Ian Haydon (29 tahun), melaporkan efek samping yang dialaminya usai divaksinasi, antara lain demam, mual, bahkan hingga pingsan.

Menurut Haydon, ada tiga relawan lain yang mengalami reaksi buruk usai uji coba vaksin. Eksperimen ini merupakan kerja sama Moderna dengan National Institute of Allergy and Infectious Diseases, melibatkan total 45 relawan dengan rentang usia 18 hingga 55 tahun.

Hasil awal menunjukkan, vaksin mampu menciptakan antibodi yang sama hingga melebihi yang ditemukan pada pasien yang sembuh dari COVID-19. Sebagai relawan uji coba yang kemudian mengalami sakit usai divaksinasi, Haydon tetap optimis tentang potensi vaksin buatan Moderna.

Saat divaksinasi, Haydon mengaku menerima dosis tinggi, 10 kali lebih banyak dari yang lain. Lewat serangkaian utas di Twitter, ia menjelaskan lebih lanjut bahwa efek samping yang dialaminya bukan suatu bentuk kegagalan.

Dokter memberikan dosis yang cukup tinggi dengan tujuan mencari takaran terbaik di mana vaksin dapat bekerja secara efektif menangkal virus. Dosis sepuluh kali lipat tersebut lantas menjadi batas takaran yang dapat ditoleransi tubuh manusia.

Adapun gejala sakit mulai dialami Haydon beberapa jam setelah divaksinasi dengan dosis keduanya. Tubuhnya mengalami demam hingga 38,6 derajat Celsius. Haydon mengatakan, dia menolak tawaran untuk dibawa ke rumah sakit setempat, dan sebaliknya memilih beristirahat di rumah usai minum obat penurun panas.

Setelah tidur beberapa jam, alih-alih suhu tubuhnya menurun, Haydon justru merasa sangat mual, hingga kemudian muntah-muntah. Saat berjalan kembali ke tempat tidur, ia hilang kesadaran. Baru ketika malam hari, demamnya mereda.

"Saya mengerti bahwa berbagi cerita itu akan menakutkan bagi beberapa orang," kata Haydon kepada STAT News. "Saya harap ini tidak memicu pertentangan umum terhadap vaksin pada umumnya atau bahkan terhadap vaksin ini."

Menurutnya, sakitnya tersebut bukan dalam level yang mengancam jiwa. Ia telah sembuh dan bahkan kembali latihan marathon seperti biasa.

Baca laporan lengkap » Semua Hal tentang Virus Corona, di Indonesia dan Dunia.

Related

News 8283107119742764700

Recent

item