Hikmah dan Pelajaran Penting di Balik Pandemi Covid-19 yang Kini Mencengkeram Dunia

Hikmah dan Pelajaran Penting di Balik Pandemi Covid-19 yang Kini Mencengkeram Dunia, naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar mengatakan bahwa wabah virus corona (COVID-19) tidak melulu membawa musibah, namun juga berkah bagi dunia.

Salah satu berkah yang diterima seluruh dunia adalah bahwa wabah virus corona telah menyadarkan pemerintah dan bisnis dari berbagai negara untuk tidak terlalu bergantung pada satu negara tertentu dalam hal rantai pasokan. Kesadaran itu telah membuat banyak negara melakukan perubahan atau reformasi pada ekonominya, katanya.

"Tentu ada beberapa hal yang kita perhitungkan dengan ketat yaitu antara lain perubahan cara pandang dunia, baik pemerintah maupun perusahaan-perusahaan dalam melihat rantai pasokan dunia." katanya dalam press briefing dengan wartawan.

Di waktu yang lalu perusahaan maupun negara sepenuhnya mengandalkan rantai pasokan dunia kepada basis efisiensi dan daya saing, sehingga akibatnya banyak sekali rantai pasok industri seluruh dunia bertumpu hanya kepada satu negara. Kemudian, saat terjadi COVID-19 membuktikan bahwa struktur rantai pasok seperti itu sangat berisiko dan tidak bisa menjamin kepentingan nasional. Bahkan membahayakan health security.

Mahendra mengatakan Indonesia juga termasuk negara yang menghadapi permasalahan itu. Di mana pada bulan Februari, Maret bahkan sampai awal April Indonesia pernah mengalami kekurangan pasokan untuk masker, APD, juga untuk hand sanitizer dan macam-macam barang lainnya karena bahan bakunya diimpor dan bahkan hampir 100% diimpor, jelasnya.

"Tapi kita bisa perbaiki hal itu dan sekarang kita sudah produksi jauh lebih memadai dan mulai untuk ekspor. Tapi lesson learned-nya adalah tidak bisa lagi membiarkan global value chain terlalu bertumpu pada satu struktur konsentrasi tertentu dan memerlukan diversifikasi sehingga di sini Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan posisinya menjadi lebih strategis dalam global value chain ke depan."

"Untuk itu juga kita memerlukan suatu stabilitas ekonomi yang kuat dan saya rasa kemampuan kita mengatasi krisis-krisis di waktu yang lalu dan juga apa yang kita lakukan dalam berbagai kebijakan mitigasi yang sudah dilakukan pada tahun ini, membawa confidence bagi kita dan juga dunia melihat stabilitas ekonomi Indonesia." paparnya.

Lebih lanjut, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu mengatakan bahwa perbaikan yang dilakukan Indonesia itu telah membawa hasil berupa penghargaan dalam bentuk rating terhadap obligasi pemerintah Indonesia yang tetap kuat sekalipun di tengah-tengah kondisi pandemi.

"Itu tentunya juga memperlihatkan kepemimpinan yang efektif, baik untuk menjaga stabilitas ekonomi maupun juga untuk mengatasi pandemi itu sendiri." katanya.

"Sebagai contoh saja, ada sejumlah perusahaan ataupun investor yang sudah confirm dan bahkan mulai melakukan konstruksi ataupun pembukaan persiapan untuk operasinya di Indonesia. Ini saya gambarkan 8 contoh tanpa menyebut nama perusahaannya karena ada aspek confidentiality di situ. Semuanya adalah industri yang merupakan bagian dari global value chain."

Mahendra menyebut industri-industri itu tersebar dalam berbagai bidang, mulai dari yang fokus pada bisnis pembuatan electronic components, otomotif components, hingga ban sepeda motor dan engineering. Semua bisnis itu berasal dari banyak negara, tambahnya, yaitu mulai dari Amerika, Jepang, Korea, dan juga China serta Taiwan.

"Ini adalah perusahaan-perusahaan yang sudah confirm melakukan relokasi produksinya dari China ke Indonesia dan ini yang menjadi fokus kita semua ke depan untuk memperbesar jumlah list ini sendiri.

"Kalau dari 8 perusahaan ini ditotal, dijumlahkan, nilai investasi tahap pertama yang kita harapkan adalah 1 miliar dolar (sekitar Rp 14 triliun)." katanya.

Related

News 5620731181293237373

Recent

item