Terdampak Pandemi COVID-19, Guru Honorer Berbisnis Ikan Cupang dan Akhirnya Sukses

Terdampak Pandemi COVID-19, Guru Honorer Berbisnis Ikan Cupang dan Akhirnya Sukses

Naviri Magazine - Di atas papan kecil itu, Saprianto duduk di teras rumahnya yang berada di Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar. Dengan telaten ia mengurus ikan cupangnya, mulai dari memberi pakan hingga mengganti air dalam wadah.  

Saban hari rutinitas inilah yang ia lakukan. Satu per satu wadah ikan itu diganti airnya oleh Saprianto. Saprianto memberi pakan ratusan ikan cupang miliknya setiap 2 kali sehari.  

Di rumah itulah, pria berusia 28 tahun itu membudidayakan ikan cupang. Pembeli pun datang ke rumah tersebut untuk melihat-lihat berbagai jenis ikan cupang yang dijual Saprianto. 

Pandemi COVID-19 yang melanda tidak membuat guru honorer di SMA Negeri 1 Sekadau ini berdiam diri. Ia sadar, ada peluang usaha yang bisa dikerjakannya dalam situasi sulit tersebut. 

Mengingat saat pandemi lebih banyak aktivitas dilakukan di rumah, termasuk kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara daring. Kondisi itu tentunya menimbulkan kebosanan. Banyak cara dilakukan untuk mengusir kebosanan itu, salah satunya membudidayakan ikan cupang. 

“Kalau mulai budidaya ikan cupang ini sekitar Maret, pas awal-awal pandemi. Kalau jualan sudah dari tahun lalu,” kata Saprianto. 

Berkat kegigihannya membudidayakan ikan hias satu ini, kini Saprianto bisa meraup keuntungan di tengah pandemi COVID-19. Jika biasanya hanya terjual 5-10 ekor per hari, sejak pandemi ikan cupang milik Saprianto itu bisa terjual 100 ekor dalam sehari. 

Harga ikan cupang yang dijualnya itu pun bervariasi mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 250 ribu. Harga itu tergantung jenis ikannya. Termahal adalah jenis multi dan fancy. 

“Di sini ada jenis fancy, koi, multi dan halfmoon. Pembeli sih masih di daerah Sekadau kota, Sungai Ayak. Ada juga sih dari Sanggau,” ungkap Saprianto. 

Untuk memenuhi permintaan pembeli, Saprianto tak bekerja sendiri. Ia bekerja sama dengan teman-temannya yang lain untuk menyuplai ikan hias tersebut. 

Jualan di Media Sosial

Saprianto pun lebih banyak menggunakan media sosial untuk menawarkan ikan cupang tersebut. Agar tidak mengganggu waktu mengajar, pembeli biasanya harus janjian terlebih dahulu jika ingin melihat ikannya.  

“Bagi-bagi waktu juga, karena dari jam 08.00-13.00 WIB itu belajar daring. Jadi, saya ngajar dulu. Kalau urus ikan pagi sebelum ngajar dan sore,” ujar Saprianto. 

Saprianto mengungkapkan, pandemi COVID-19 bukanlah alasan bagi anak muda tidak berbuat apa-apa. Sebab, masih banyak hal yang dapat dikerjakan, bahkan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. 

“Kita boleh waspada terhadap virus corona, tapi bukan berarti kita dikekang berkreasi. Banyak hal yang bisa kita kerjakan, selain mager atau sekadar main game online. Misalnya membuka usaha dari hal-hal yang kita sukai, seperti membuat kue, bercocok tanam atau memelihara ikan,” tuturnya.

Related

News 4857458129285084486

Recent

item