Adakah Obat Alami yang Bisa Jadi Pengganti Viagra? Ini Jawaban Dokter


Naviri Magazine - Hubungan seks yang memuaskan, tentu jadi dambaan setiap pasangan suami istri. Tidak heran bila sampai ada yang merasa perlu mengongsumsi obat atau suplemen tertentu agar bisa 'bertahan' lebih lama. Viagra misalnya. 

Viagra yang juga dikenal dengan istilah pil biru memang banyak digunakan sebagai obat disfungsi ereksi. Sayangnya, viagra juga dikenal punya potensi risiko atau efek samping yang cukup tinggi. 

Mengutip Medical News Today, salah satu efek samping viagra adalah menurunkan suplai darah ke saraf optik, yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan mendadak. 

Lantas adakah obat alami atau herbal yang lebih aman namun bisa jadi pengganti viagra?

Dr.Andrew Weil M.D, profesor kedokteran klinis sekaligus Direktur Program dalam Pengobatan Integratif di Universitas Arizona, Amerika Serikat, menjelaskan, tak ada satu pun obat alami atau herbal yang dapat ia rekomendasikan untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi atau untuk menggantikan viagra. 

Seperti dikutip dari Prevention, Dr.Weil menjelaskan, memang ada beberapa tanaman seperti ginseng, ashwagandha (sejenis gingseng dari India), dan ginkgo yang dikenal dapat meningkatkan gairah dan energi seksual. Namun menurutnya, belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk memastikan kemanjurannya.

Bila hendak mencari pengganti atau alternatif viagra, yang paling mungkin adalah menggunakan obat yang bernama Cialis dan Levitra. Namun keduanya bukan obat alami atau herbal.

Lebih lanjut dr. Weil memaparkan, obat-obatan ini menghambat fosfodiesterase, meningkatkan efek oksida nitrat, bahan kimia yang melemaskan otot-otot di penis, meningkatkan aliran darah yang diperlukan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi. 

Keduanya umumnya aman dan efektif, meskipun ada laporan efek samping, termasuk perubahan penglihatan dan pendengaran, kemerahan pada wajah, dan sakit kepala. 

Selain itu kita perlu tahu, obat-obatan penghambat fosfodiesterase tidak disarankan untuk pria yang mengonsumsi obat seperti obat nitrat, antikoagulan, atau penghambat alfa, karena kemungkinan interaksi. Jadi sebelum menggunakan atau membelinya, ingatkan suami untuk teliti dan berhati-hati.

Di samping penggunaan viagra atau obat sejenisnya, yang juga penting untuk diingat bahwa disfungsi ereksi tidak selalu merupakan masalah fisik. Dr. Weil mengatakan, disfungsi ereksi sering kali justru disebabkan oleh depresi, stres, dan kecemasan yang tidak diobati.

Itulah kenapa, meski bisa saja meresepkan viagra kepada pria yang membutuhkannya, tetapi umumnya dokter akan cenderung menyarankan pasien untuk menjaga gaya hidup yang mendukung kesehatan seksual. 

Seperti apa contohnya? Hindari alkohol, hindari rokok dan berusahalah mencegah penyakit jantung serta diabetes. Karena menurut Dr.Weil, keempat hal ini dapat mengganggu aliran darah ke alat kelamin pria. 

Apa lagi? "Rajin berolahraga untuk meningkatkan aliran darah, mengurangi stres, menjaga suasana hati, misalnya dengan memiliki hobi," tutupnya. 

Related

Sexology 1014967244472978002

Recent

item