Hikayat Seribu Satu Malam, Kisah Legendaris dari Persia Kuno


Naviri Magazine - Pada abad ke-8, masa pemerintahan khalifah Abbasiyah Harun al-Rashid, Baghdad merupakan salah satu kota perdagangan yang sangat penting. Pedagang dari China, India, Afrika, dan Eropa, dapat ditemukan disana. Ketika inilah cerita-cerita tradisional dari berbagai bangsa dikumpulkan jadi satu, dan dinamakan Hazar Afsanah. 

Pada abad ke-9, seorang pendongeng dari Arab, bernama Abu abd-Allah Muhammed el-Gahshigar, menerjemahkan kumpulan cerita ini ke dalam bahasa Arab. Kerangka cerita mengenai Scheherazade dan Shahryar baru ditambahkan pada abad ke-14. Bentuk modern pertama dari cerita Seribu Satu Malam, namun masih dalam bahasa Arab, diterbitkan di Kairo pada tahun 1835.

Alkisah...

Alkisah, seorang sultan di daratan Persia, bernama Syahriyar (Syahriar atau Shahriar), dikunjungi oleh adiknya. Sang adik bermuram durja, hingga membuat Raja Syahriyar penasaran. Sang adik bermuram durja, sebab melihat istrinya berselingkuh dan mati dipancung dengan pedang.

Ajakan berburu Raja Syahriyar pun akhirnya tidak diikuti, dan berdiam di istana yang malah membuat dia menjadi saksi kakak iparnya berselingkuh di saat Raja Syahriyar berburu. Nasib orang lain sepertinya menjadi sedikit obat, hingga kemurungannya hilang, yang juga membuat heran Raja Syahriyar. 

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya diceritakanlah kesaksian itu kepada Raja Syahriyar. Raja Syahriyar marah, dan akhirnya menangkap basah istrinya, dan langsung memancung keduanya.

Setelah adiknya pulang, Raja Syahriyar memerintahkan kepada Wazir (Vizier menurut lafal Barat), seorang perdana menteri, untuk mencari gadis untuk dinikahinya secara resmi, kemudian esok sorenya dihukum pancung. 

Setelah beberapa lama, Syahriyar meminta tiga hari sekali, sebab semakin sulit mencari gadis muda. Hingga akhirnya putri Wazir, yaitu Syahrazad (Scherezade menurut lafal Barat) meminta untuk menikah dengan sang Raja Syahriyar.

Secara resmi, akhirnya Syahriyar menikahi Syahrazad. Atas permintaan Dunyazad (Doniazade menurut lafal Barat) Syahriyar mendengarkan cerita sang istri, yang ia lakukan untuk menjadi dongeng pengantar tidur.

Sore hari setelah berlalu satu hari menikah, Syahrazad luput dari hukuman pancung, dan malamnya mulailah Syahrazad bercerita kepada Raja Syahriyar. Hingga pagi hari cerita tertunda, karena kantuk menyerang. Namun sore hari, Raja Syahriyar penasaran dengan cerita Syahrazad yang menggantung tak selesai tersebut, hingga hukuman pancung pun ditunda, agar bisa mendengar kelanjutan kisah Syahrazad.

Syahrazad bercerita terus tiap malam, dan selalu berakhir menggantung di pagi hari. Cerita yang disampaikan Syahrazad selalu cerita dalam cerita, sehingga meskipun satu cerita selesai, bingkai ceritanya tak pernah selesai. Cerita-cerita yang dikisahkan Syahrazad adalah dongeng yang kita kenal seperti Aladdin dan Lampu Wasiat, Sinbad Sang Pelaut, Ali Baba, Harun Al-Rasyid dan Abunawas, dan sebagainya.

Akhirnya, selama 1001 malam Syahrazad terbebas dari hukuman pancung –dan dunia pun mendapat 1001 cerita– dan Raja Syahriyar menarik hukuman tersebut, serta menjadikan Syahrazad sebagai permaisuri. 

Kisah Seribu Satu Malam banyak diceritakan kembali dalam berbagai bahasa, tidak hanya di kawasan Persia (sekarang wilayah Iran, Iraq, Afghanistan, Tajikistan, dan Uzbekistan), namun juga oleh negeri-negeri Eropa dan Amerika.

Related

Romance 7659999666744253283

Recent

item