Kisah 10 Kecelakaan Tragis yang Pernah Terjadi di Dunia Balap (Bagian 1)


Naviri Magazine - Kecelakaan tidak mungkin dilepaskan dari dunia balap, dan setiap pembalap menyadari risiko tersebut. Alasan pembalap memacu kencang kendaraannya memang bermacam-macam, semisal memacu adrenalin, ingin merasakan iklim kompetisi, ingin memaksimumkan teknologi yang ada dengan memacu sekencang-kencangnya dan lain sebagainya. 

Ilmuwan pun terus berusaha meminimalkan terjadinya kecelakaan di dunia balap. Orang biasanya mengatakan bahwa keselamatan di dunia balap adalah di atas segala aturan (safety first). 

Tetapi apapun itu jika terjadi kesalahan (failure) yang biasanya bersifat teknis menyebabkan kecelakaan tidak dapat dihindarkan dan terkadang menelan korban jiwa. Berikut saya rangkumkan 10 kecelakaan paling tragis yang pernah terjadi dalam dunia balap :

Scott Kalitta - NHRA

Scott Kalitta adalah juara dua kali Fuel Drag Racing, dan pembalap pertama yang memenangkan 2 kategori, yaitu Top Fuel dan Funny Car Divisions. Dia adalah salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah balap drag Amerika.

Selama acara di Oldbridge Township Raceway Park di Englishtown, New Jersey, dalam perlombaan kualifikasi ketika menjelang akhir balapan, mesin Scott Kalitta meledak dan api berkobar-kobar.

Parasut gagal untuk dibuka, dan mobil berbelok melalui jebakan pasir sebelum menabrak dinding beton, dengan kecepatan 483 km/jam. 

Bruce McLaren - Formula One

Meskipun tidak pernah memenangkan Formula Satu, pembalap dari Selandia Baru ini sangat menakjubkan. Dalam 100 even di karirnya, McLaren menang empat kali dan selesai di podium sebanyak 27 kali, dan ia menjadi juara kedua dalam klasemen pada tahun 1960.

Ia mendirikan Bruce McLaren Motor Racing Ltd pada tahun 1963, tim yang masih ada hingga sekarang sebagai Tim McLaren. Pada tahun 1966, McLaren dan co-pilot Chris Amon memenangkan 24 Hours at Le Mans event, dan pada tahun 1969 driver McLaren menyapu bersih seri Can-Am, memenangkan 11 dari 11 race.

McLaren meninggal pada tahun 1970, ketika mobilnya jatuh di Goodwood Circuit di Inggris, selama pengujian berjalan untuk bentuk baru pada mobilnya.

Roland Ratzenberger - Formula One

Dibayangi oleh kematian Ayrton Senna pada hari berikutnya, Roland Ratzenberger meninggal di Imola, tahun 1994. Ratzenberger mendefinisikan istilah "up-and-comer", pada tahun 1994, ia menandatangani kontrak lima balapan dengan upstart Simtek Racing, dan selesai di Sirkuit TI di Jepang.

Ratzenberger tewas selama menjalankan kualifikasi di Imola. Dia telah mengalami kerusakan mobil pada putaran sebelumnya, dan berusaha mengamankan posisi terakhir, ketika tekanan angin yang disebabkan kecepatan yang tinggi merobek sayap mobil. 

Sayap meluncur di bawah mobil, yang gagal membuat sudut, dan menabrak dinding pada kecepatan 313 km/jam.

Joe Weatherly - NASCAR

Joe Weatherly dikenal pada masanya sebagai "Pangeran Badut di Arena Balap" karena tiga alasan: Dia pernah melaju di arena mengenakan pakaian Peter Pan. Dia dikenal karena suka bergurau dengan sesama driver. Dia sering keluar rumah untuk berpesta hingga larut malam dengan Curtis Turner, teman seprofesi juga teman dekatnya.

Meskipun reputasinya sebagai badut, Weatherly adalah pembalap sukses, memenangkan 25 kejuaraan berturut-turut selama dua belas tahun karirnya di NASCAR. 

Weatherly, juara sang bertahan, terbunuh pada tahun 1964, di Riverside International Raceway selama lomba kelima musim itu. Saat benturan dengan dinding pembatas, kepalanya keluar dari jendela sehingga pecah di tembok, dan membunuhnya seketika.

Kematiannya mengarah pada pengembangan jaring jendela, yang sekarang telah umum digunakan di seri balap mobil di seluruh dunia. Dia adalah juara bertahan dalam sejarah NASCAR yang mati saat berlomba. 

Eddie Sachs - Indianapolis Racing

Ia adalah pelaku dari kalimat "Jika Anda tidak bisa menang, jadilah spektakuler". Eddie Sachs telah memenangkan banyak balapan di berbagai tahap Motorsports Amerika, dan berlomba di balap Indianapolis 500 beberapa kali.

Sachs adalah pembalap lain yang dijuluki "Pangeran Badut sirkuit," sebagaimana ia dikenal karena berlomba sambil mengalungkan lemon di lehernya (untuk alasan yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri).

Sachs tewas setelah tabrakan dengan Dave MacDonald pada putaran kedua tahun 1964, di Indianapolis 500. Mobil MacDonald yang oleng bertabrkan dan meledak, lalu terbakar. Sachs, berikut driver lain, berusaha menghindari mobil MacDonald, tapi terlambat, mobilnya menabrak mobil MacDobald, menyebabkan ikut meledak.

Mark Donohue - Formula One/NASCAR

"Kapten Nice" Mark Donohue mungkin paling dikenal karena Can-Am Championship 1973, di mana ia memenangkan semua lomba kecuali satu balapan selama musim itu, dan memperoleh julukan "The Can-Am Killer".

Baca lanjutannya: Kisah 10 Kecelakaan Tragis yang Pernah Terjadi di Dunia Balap (Bagian 2)

Related

Sports 6138541923631742963

Recent

item