Misteri yang Masih Belum Terungkap dari Kisah Seribu Satu Malam


Naviri Magazine - Alfu Laila wa Laila, atau Hikayat Seribu Satu Malam, dipandang banyak kalangan sebagai sumbangan besar peradaban Islam abad sembilan kepada khasanah sastra dunia. 

Kisah ini banyak diceritakan kembali dalam berbagai bahasa dan versi, tidak hanya di kawasan Timur Tengah, namun juga oleh negeri-negeri Eropa. Bahkan, Amerika pun berkali-kali mengangkat cerita tersebut ke dalam film dan kartun animasi.

Kepopuleran kumpulan ceritera—yang terdiri dari beberapa episode meliputi Aladdin dan Lampu Wasiat, Ali Baba, Sinbad si Pelaut, dan Abu Nawas—ini juga merambah ke berbagai jenis dan tingkat komunitas, mulai pembaca awam, dunia sastra, hingga penggemar film layar lebar.

Meski demikian, ternyata dongeng ini masih menyimpan banyak kemisteriusan sebagaimana cerita-ceritanya yang selalu mendebarkan. Ada yang menyebut bahwa kisah ini merupakan kumpulan cerita rakyat Arab, dimana kisah-kisahnya ditata dan ditulis oleh seorang pengarang bernama Abu Abdullah bin Abdus Al Jasyyari, berdasarkan cerita berbahasa Persia, berjudul Hazar Afsanak, yang berarti Seribu Cerita. 

Pendapat lain mengatakan bahwa kumpulan dongeng ini tidak dikarang oleh satu orang, melainkan oleh banyak penulis pada periode yang berbeda-beda.

Di dunia Barat, Hikayat 1001 Malam dikenal sebagai `The Arabian Nights'. Konon, pertama kali diperkenalkan ke dunia Barat oleh seorang sarjana Perancis bernama Jean Antoine Galland. Dia menemukan naskah kumpulan dongeng Arab ini dalam perjalanannya sebagai kolektor benda-benda antik untuk sebuah museum. Kemudian, dia menerjemahkannya ke dalam bahasa Perancis menjadi 12 jilid, dimana jilid pertama terbit pada tahun 1704, sedangkan jilid 11 dan 12 baru dapat diterbitkan tahun 1717.

Seribu Satu Malam merupakan sastra epik dari Timur Tengah, yang lahir pada Abad Pertengahan. Kumpulan cerita ini mengisahkan seorang ratu Sassanid, Scheherazade, yang menceritakan serantai kisah-kisah yang menarik pada sang suami, Raja Shahryar, untuk menunda hukuman mati atas dirinya. 

Kisah-kisah ini diceritakannya dalam waktu seribu satu malam, dan setiap malam Scheherezade mengakhiri kisahnya dengan akhir yang menegangkan, sehingga sang raja pun selalu menangguhkan hukuman mati pada diri Scheherazade.

Buku Seribu Satu Malam terdiri dari kumpulan kisah dengan tokoh yang berbeda, dan alur cerita yang menarik. Di dalamnya termasuk legenda, fabel, roman, dan dongeng dengan latar yang berbeda, seperti Baghdad, Basrah, Kairo, dan Damaskus, juga ke China, Yunani, India, Afrika Utara, dan Turki.

Related

Romance 1085903449816899689

Recent

item