Anak Wajib Berbakti Pada Orang Tua, tapi Orang Tua juga Harus Beradab Pada Anak


Naviri Magazine - Orang tua, meski memiliki hak yang besar, dianjurkan untuk lebih banyak memaafkan dan memberikan kemudahan bagi anak mereka, agar anak-anak tetap tergolong sebagai manusia yang berbakti kepada kedua orang tuanya. 

Al-Qur’an dan hadits sering kali berpesan agar manusia berbakti dan menunjukkan adab yang baik kepada orang tuanya. Al-Qur’an menjelaskan, kedua orang tua bersusah payah sejak anak dalam kandungan dan berjasa dalam merawatnya sampai tumbuh dewasa. Tetapi orang tua juga dituntut untuk bersikap yang baik terhadap anaknya. 

Sayyid Abdullah Ba’alawi Al-Haddad, dalam Kitab An-Nahsihud Diniyyah, menganjurkan orang-orang tua untuk membantu anak mereka dalam berbakti kepadanya. 

Orang tua, meski memiliki hak yang besar, dianjurkan untuk lebih banyak memaafkan dan memberikan kemudahan bagi anak mereka agar anak-anak tetap tergolong sebagai manusia yang berbakti kepada kedua orang tuanya. 

"Orang-orang tua dianjurkan untuk membantu anak-anak mereka dalam berbakti kepada mereka dengan pemaafan, tidak membuat anak-anak cemas dengan menuntut kewajiban, dan menjauhi penyelidikan dalam masalah tersebut, terlebih di zaman ini di mana sedikit anak-anak yang berbakti kepada orang tua dan kedurhakaan mewabah, dan banyak orang berbuat durhaka kepada orang tuanya," (Sayyid Abdullah Ba’alawi Al-Haddad, Nashaihud Diniyyah, [Indonesia, Darul Kutub Al-Arabiyyah: tanpa tahun], halaman 62). 

Manusia memang tidak selalu dapat memenuhi keinginan orang tuanya, di samping anak juga memiliki hak individu yang berbeda pandangan dan sikap dengan pandangan serta sikap orang tua. Bahkan banyak manusia mengecewakan dan menyakiti hati orang tuanya. 

Tetapi orang tua yang bijak dan pemaaf akan mendapat ganjaran besar dari Allah SWT. Dengan kebijaksanaan dan sikap pemaaf, mereka dapat menyelamatkan anaknya dari dosa durhaka. 

"Jika orang tua melakukan itu dan memberikan lebih banyak pemaafan kepada anak-anaknya, niscaya ia telah menyelamatkan dan membebaskan mereka dari dosa durhaka yang berdampak pada siksa dunia dan akhirat. Ia berhak mendapat pahala dan kemurahan ganjaran Allah yang lebih utama, sempurna, baik, dan lestari dibandingkan tindakan berbakti anak-anaknya. 

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepada orang tua yang membantu anaknya berbuat bakti kepada orang tua,’" (Al-Haddad, tanpa tahun: 62). 

Sayyid Abdullah Ba’alawi Al-Haddad berpesan kepada orang tua agar selalu mendoakan yang terbaik baik anaknya, karena doa itu akan memberikan manfaat baginya dan bagi anak-anaknya. 

Sayyid Abdullah Al-Haddad berpesan agar orang tua menahan diri dari mendoakan keburukan bagi anaknya, karena hal itu hanya akan menambah durhaka dan mudharat di dunia bagi anak dan bagi dirinya sendiri. Sementara doa orang tua adalah doa mustajabah. 

“Orang tua seyogianya mendoakan yang baik, bukan yang buruk bagi anak-anaknya. Dengan begitu, niscaya Allah memberikan kemaslahatan bagi anak-anaknya berkat doanya, sehingga mereka kembali berbakti, dan orang tua mereka menerima manfaat atas bakti anaknya, dan itu menyenangkan hatinya. Sedangkan anak-anaknya beruntung dengan pahala kebaktian dan selamat dari dosa kedurhakaan.” (Al-Haddad, tanpa tahun: 62). 

Orang tua selayaknya mengingat-ingat nasihat Sayyid Abdullah Ba’alawi Al-Haddad agar mereka dan anaknya tetap berada dalam kemaslahatan dan keridhaan Allah SWT di dunia dan di akhirat. Wallahu a’lam. 

Related

Parenting 5324097283481687502

Recent

item