10 Desain Cover Album Musisi Indonesia yang Keren


Naviri Magazine - Selain musik, cover album juga memiliki kekuatan untuk menarik penikmat musik untuk mencobanya. Selain itu ada kebanggaan tersendiri dari penggemar untuk memajang album musisi kesayangannya, karena covernya yang unik dan menarik.

Akan menjadi hal yang sangat biasa apabila musisi hanya menampilkan cover dengan gambar personel. Saat ini para musisi lebih berani dalam mengonsep albumnya. Mereka berani tampil beda dengan kemasan yang mirip album musisi luar negeri.

Sayangnya konsep album menarik ini masih didominasi oleh musisi indie. Hanya beberapa dari kalangan musisi mainstream yang kini mulai berani mengotak-atik desain albumnya. Semoga saja ke depannya bakal lebih banyak. Berikut ini sepuluh desain cover album musisi Indonesia yang terkenal keren.

1. Kerispatih - Melekat Di Jiwa

Kerispatih mencoba sesuatu yang berbeda pada sampul album terabrunya. Mereka mencoba meninggalkan konsep jadul cover album yang menampilkan foto personel dan mengganti dengan konsep yang lebih meanrik.

Konsepnya begitu menarik. Dilihat di sampul depan, hanya ada tulisan Melekat, namun ketika cover dibuka akan tampak tulisan 4 dimensi Kerispatih, Melekat Di Jiwa yang bisa dibaca secara bergantian.

Kerispatih mengaku bahwa ide ini terinspirasi dari buku komik Star Wars 4D. Mereka ingin tampil beda dan tak membosankan.

2. Ada Band - Empati 

Terpuruknya penjualan album fisik membuat Ada Band memutar otaknya. Hingga akhirnya muncul ide kreatif untuk membuat sebuah komik yang digabung dengan album terbarunya.

Komik ini sendiri menceritakan masing-masing personel Ada Band yang memilik kekuatan super yang jalan ceritanya dikaitkan dengan lagunya. Ada band mengaku bahwa ide album komik ini tak sengaja, selain itu mereka ingin menampilkan sebuah album yang fun dan memiliki jalan cerita di lagunya.

3. RAN - Hop3 

Konsep album RAN kali ini lebih menarik dengan taburan warna yang eye catching dan semanrik musiknya. Selain itu tidak adanya desain klise seperti foto-foto personel dan digantikan oleh 3 ikon kartun penyu, beruang dan kera sebagai representasi Rayi, Asta dan Nino.

Nilai plusnya lagi adalah visualisasi masing-masing lagu yang sangat menarik dan tidak ada lirik. Sehingga orang akan paham maksud dari lagu ini.

4. Endah N Rhesa - Nowhere To Go dan Look What We've Found 

Konsep desain album yang unik sudah diterapkan duo pasutri Endah N Rhesa di album pertamanya. Tak menampilkan foto-foto personel, dan diganti dengan gambar kartun.

Bahkan gambar tersebut memiliki sebuah cerita tersendiri yang merupakan impian dari Endah N Rhesa. Hal yang sama juga diulangi di album kedua, yangmasih memiliki jalinan cerita dengan album pertama. Album ketiga kira-kira bakal seperti apa ya?

5. Sore - Centralismo

Tak diragukan lagi album Centralismo milik Sore adalah sebuah karya masterpiece. Musikalitasnya yang mencaplok berbagai genre di tahun 60-70-an dan diantarkan pada tahun 2000-an menjadi segar dan menarik.

Album hebat ini juga didukung desain cover yang sangat pas. Dilihat dari sampul depannya saja sudah sangat mewakili sound yang akan ditampilkan oleh Sore.

6. Teenage Death Star - Long Way To Nowhere

Skill is dead adalah frase yang digunakan oleh band yang saat ini bubar untuk menggambarkan musikalitasnya.

Jika kita bandingkan dengan band lain, memang benar skill dan musikalitas mereka sangat jauh sekali. Namun semangatnya lah yang membuat band ini lebih keren dibandingkan band memiliki teknik tingkat dewa sekalipun.

Menutupi skill yang di bawah rata-rata, pemuda usia panik ini membesut debut album yang bisa dibilang di luar kotak.

Mereka mencatatkan sejarahnya ke dalam lampiran boklet dengan cover ala boxset yang berisikan 2 CD, satu CD album dan 1 CD berisikan lagu-lagu Teenage Death Star yang dicover oleh musisi yang tak dikenal.

7. Frau - Starlit Carousel

Meski tampil minimalis dan sederhana, namun album ini sangat pas. Balutan warna biru dan logo emboss silver mirip dompet menjadi pelindung CD di dalamnya.

Inlay-nya juga sangat sederhana dengan desain gambar yang timbul saat dibuka. Sementara kita mendengarkan suara merdu Leilani Hermiarsih atau dikenal dengan nama Frau, jari kita bisa memutar-mutar bundaran kertas berisikan lirik.

8. Tika and The Dissident - The Headless Songstress

Konsep desain yang cantik tanpa memakai jewel case sepertii rilisan musisi pada umumnya. Tika and The Dissident membalut CD nya dengan kain perca yang dijahit menyerupai tas. Setiap tas ini berbeda corak kainnya sehingga tak ada keseragaman.

Di dalamnya juga terdapat sebuah booklet berisikan lirik dan thanks list serta sebuah kertas kosong yang bisa difungsikan sebagai notes. Sampul dari notes ini adalah karya kolase dari Ika Vantiani yang merupakan teman dekat Tika.

9. Seringai - Serigala Milita dan High Octane Rock

Seringai tahu benar bagaimana mereka mengonsep bandnya agar terlihat liar dan garang. Musik bagi mereka tidak cukup, dengan artwork yang rata-rata dibuat oleh vokalisnya barulah terasa kesan gahar, liar dan rock.

Meski kover tampil mnimalis, namun bukan berarti asal-asalan. Justru hal inilah yang membuat kedua album yang telah mereka rilis (High Octane Rock dan Serigala Militia) begitu ikonik. Dilihat dari sampul depannya saja orang sudah bisa mengindikasikan bahwa band ini cadas.

10. Forgotten - Laras Perlaya

Sebuah konsep baru dan tak terpikirkan sebelumnya datang dari band death metal asal Ujung Berung, Bandung. mereka menggabungkan novel dan CD dalam satu paket album bertajuk Laras Perlaya.

Kegemaran sang vokalis dalam menulis diekspresikan secara bebas dan gamblang di novel berwarna hitam bertuliskan emboss berwarna silver yang sekaligus berfungsi menjadi sampul album.

Novel non fiksi ini adalah imajinasi liar dari sang vokalis dan musiknya seakan menjadi soundtrack pengatar setiap cerita di dalamnya. Konsep yang patut diancungi jempol.

Related

Music 8728328200122526334

Recent

item