12 Mitos Keliru tentang Cara Mengetahui Keperawanan Wanita


Naviri Magazine - Keperawanan, khususnya di Indonesia, diartikan sebagai kondisi seorang wanita yang tidak/belum pernah melakukan hubungan seks. Di Indonesia pula, banyak pria yang menginginkan untuk menikah dengan wanita yang masih perawan. 

Sayangnya, menentukan hal itu—perawan atau tidak—bisa sulit dan merepotkan. Karena itu pula, lalu tumbuh berbagai mitos mengenai cara mengetahui apakah seorang wanita masih perawan atau tidak.

Ada banyak mitos yang berkembang di lingkungan kita, khususnya di kalangan kaum pria, dan mitos-mitos itu kadang dipercaya, padahal keliru sekaligus menyesatkan. Berikut ini adalah 12 mitos keliru terkait keperawanan wanita, yang sebaiknya tidak perlu dipercaya. Karena cara paling jelas untuk menentukan apakah seorang wanita masih perawan atau tidak hanyalah melalui pemeriksaan dokter secara langsung.

Mitos 1: Dahi

Gadis yang masih perawan, dahinya licin. Bila selalu senggama licinnya hilang, justru yang timbul kerutan atau garis-garis yang kadang tampak kadang tidak, ketika mengobrol. Kerutan karena sudah tidak perawan, tidak sama dengan kerutan wajah yang dimakan usia. 

Kerutan karena sudah tak perawan, tidak begitu kentara dan tidak begitu tampak, kecuali ketika muka menunjukkan reaksi tertentu, seperti sedang tertawa dan bicara. Sementara kerutan karena usia senantiasa tampak dan kekal. 

Mitos 2: Hidung

Gadis yang masih perawan, ujung hidungnya berwarna kemerah-merahan, dan jika disentuh ujung hidungnya tampak merah. Sementara yang tidak perawan, ujung hidungnya merah tetapi merah pucat, terkadang warna merah tidak nampak, yang tampak hanyalah pucat. 

Mitos 3: Mata

Bila bagian bawah kelopak mata terlipat sedikit, dan terdapat tanda lebam (memar) berarti gadis itu sudah tidak perawan. Lebam yang menunjukkan tidak perawan tampak semacam garis hitam di bawah kelopak mata. Di samping warna hitam di bawah kelopak mata, sedikit kelihatan berkeriput (berkerut).

Gadis yang masih perawan matanya berseri-seri, tidak ada warna hitam, lebam, maupun garis kerut. Apabila gadis itu tertawa, di bawah kelopak matanya tidak terdapat apa pun, seperti kerut (berkeriput), bergaris dan lain-lain. 

Mitos 4: Punggung

Punggung gadis yang masih perawan, walaupun gemuk, kelihatan cantik atau indah. Sebab masih kukuh, serta tidak lesu. Pinggang gadis yang masih perawan terlihat ramping, dengan punggung tidak besar. Kalau berjalan, punggungnya tidak goyah, sebab dagingnya masih solid. 

Bagi yang pernah melakukan hubungan badan, punggungnya memang berisi dan besar, tetapi tidak solid. Punggungnya tampak jatuh, dan hal itu sangat terlihat saat berjalan.

Mitos 5: Telinga

Gadis yang masih perawan, telinganya cantik dan tampak bersih. Kalau sudah tidak perawan, atau telinganya pernah digigit atau dicium dan disentuh, bentuk telinganya akan berubah lebih leper sedikit dan tidak lagi kemerah-merahan, serta menjadi pucat. 

Mitos 6: Payudara

Buah dada gadis yang masih perawan, senantiasa tegang. Tapi yang sudah tidak perawan, dan sudah kena sentuhan, ketegangannya berkurang dan membesar sedikit dari ukuran asalnya. Lebih kerap disentuh, lebih kendur.

Mengapa buah dada yang kena sentuhan bisa mengendur? Saat buah dada dipegang atau diremas, dan si gadis merasa bergairah, hormon-hormon akan mengisi ruang buah dada sehingga menjadi tegang. Setelah bergairah, buah dada yang tegang lalu mengendur, yang membuat ototnya mengendur pula. 

Mitos 7: Garis tangan

Gadis yang masih perawan, kedua telapak tangannya halus dan licin. Jika keperawanannya telah hilang, kedua telapak tangannya berwarna pucat dan tidak merah ketika ditekan.

Pada telapak tangan kanan, jika ada garis putus-putus di bagian tengah, berarti keperawanannya telah hilang. Bila tidak terputus-putus, berarti ada harapan keperawanannya belum hilang. 

Mitos 8: Kelingking

Ketika menyentuh jari kelingkingnya, lihatlah wajah gadis itu, apakah dia tampak gelisah dan resah? Kalau dia terkejut, besar kemungkinan dia masih perawan. Jika saat jari kelingkingnya disentuh dia tampak santai, besar kemungkinan keperawanannya sudah hilang.

Mitos 9: Perut

Gadis yang pernah melakukan hubungan badan, perutnya akan mengembang dan menjadi buncit sedikit. Gadis yang belum pernah melakukan hubungan badan, pinggangnya masih ramping dan perutnya masih kempis.

Satu lagi tanda di perut. Kalau gadis itu sudah pernah melakukan hubungan badan, ada garis panjang dari bawah buah dada sampai ke perut, dan dari pusar sampai ke kemaluan. Garis ini tidak terjadi pada semua gadis, tetapi kalau ada gadis yang memiliki garis ini, artinya ia tidak perawan lagi. 

Gadis yang masih perawan, umumnya memiliki perut yang masih lembut. Bagi yang sudah pernah berhubungan badan, kulit perutnya agak kasar. Ada juga yang menjadi keras sebab hormon dan lemak mewujudkan gumpalan di bagian bawah dinding perut.

Mitos 10: Rambut

Gadis yang masih perawan, rambutnya terlihat rapi, segar dan tidak kasar. Sementara gadis yang sudah hilang keperawanannya, rambutnya kelihatan tidak segar. 

Mitos 11: Bibir

Gadis yang belum pernah dicium bibirnya, kelihatan berwarna merah jambu dan tidak ada garis lembam (bengkak) atau hitam di sekitar bibirnya.

Bibir gadis yang tidak pernah dicium tidak tampak pucat, dan bibirnya licin dan basah. Bibir yang pernah dicium akan tampak lembam, dan terdapat garis-garis kasar seperti irisan jeruk. 

Bila gadis itu sudah tidak perawan, bagian tengah bibirnya tampak retak, seakan terbagi dua, retaknya tidak begitu jelas, tetapi tampak kalau diperhatikan betul-betul. Ketika tertawa, bibir gadis yang tidak perawan tampak lebih besar daripada saat tidak tertawa, dan bibir bawah tampak lebih keluar daripada bibir atas.

Mitos 12: Pipi

Gadis yang tidak perawan, wajahnya tidak berseri, sementara gadis yang masih perawan terihat merah segar. 

Related

Sexology 7068671449155679098

Recent

item