Seorang Ibu Menjual Tiga Anaknya untuk Bertahan Hidup


Naviri Magazine - Salah satu isu yang pernah mencuat di Indonesia adalah menurunnya nilai rupiah dibanding dolar. Menurunnya nilai rupiah ini berimbas pada naiknya banyak harga, khususnya harga barang-barang yang datang dari luar negeri, karena dibayar menggunakan dolar saat masuk ke Indonesia. Itu artinya, daya beli masyarakat akan semakin menurun, karena banyak barang yang makin mahal.

Hal serupa juga terjadi di Mesir. Karena merosotnya nilai mata uang Mesir, harga barang-barang di sana pun meningkat drastis. Masyarakat menghadapi ancaman nyata kemiskinan, dan hal itu sampai memaksa seorang ibu menjual anak-anaknya demi bertahan hidup.

Dilansir dari Middle East Monitor, Hagar Ta'lib dan suaminya sangat membutuhkan uang demi memiliki rumah. Setelah mereka dipaksa meninggalkan flat satu kamar, karena tak sanggup membayar sewa.

Ibu rumah tangga ini sempat tinggal di sebuah toko kosong milik seorang anggota dewan kota Kafr El-Sheikh. Awalnya dijanjikan sebagai tempat tinggal sementara bagi Ta'lib dan keluarga, namun kemudian dia pun diusir dari sana.

Semua kesulitan tersebut menggiring Ta'lib nekat membawa plakat pengumuman, menawarkan untuk menjual ketiga anaknya. Secara tak langsung, sikap tersebut merupakan protes kerasnya kepada pemerintah Kota Kafr El-Sheikh yang dianggap lalai menanggapi kasus kemiskinan.

Terlepas dari janji pemerintah setempat yang akan segera melihat situasi Ta'lib, besar kemungkinan Ta'lib juga akan terjerat kasus hukum karena aksinya dapat dikategorikan human trafficking.

Related

World's Fact 8206256848441639937

Recent

item