Mengapa Orang Bisa Lupa Bahasa Daerahnya Sendiri? (Bagian 2)

Mengapa Orang Bisa Lupa Bahasa Daerahnya Sendiri?

Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Mengapa Orang Bisa Lupa Bahasa Daerahnya Sendiri? - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

"Perbedaan mendasar antara seorang yang memiliki kemampuan ekabahasa dan dwibahasa adalah ketika Anda dwibahasa, Anda harus menambah sejenis modul kendali yang mengizinkan Anda untuk beralih," kata Schmid.

Dia mencontohkan, ketika dia melihat objek di depannya, otaknya dapat memilih antara dua kata, meja dalam bahasa Inggris 'desk', atau dalam bahasa Jerman 'Schreibtisch' (Schmid adalah orang Jerman).

Dalam konteks Inggris, otaknya menekan 'Schreibtisch' dan memilih 'desk', dan kebalikannya. Jika mekanisme kontrol ini lemah, seseorang dapat kesulitan untuk mencari kata yang tepat atau tetap mengucapkan bahasa keduanya.

Bergaul dengan orang yang berbicara bahasa ibu yang sama dapat memperburuk keadaan, karena kurangnya insentif untuk tetap menggunakan satu bahasa yang Anda tahu akan diketahui keduanya. Hasilnya biasanya menimbulkan hibrida linguistik.

Di London, salah satu kota dengan penduduk berkemampuan multibahasa terbanyak, hibrida seperti ini sangat umum, sehingga hampir terasa seperti dialek kaum urban. Lebih dari 300 bahasa diucapkan disini, dan lebih dari 20% penduduk kota London berbicara sebuah bahasa utama di luar Inggris.

Berkata lantang

Laura Dominguez, seorang pakar bahasa di University of Southampton, menemukan dampak serupa saat dia membandingkan dua kelompok migran jangka panjang: orang Spanyol di Inggris dan orang Kuba di AS.

Orang Spanyol tinggal di berbagai tempat di Inggris, dan kebanyakan berbicara bahasa Inggris. Orang Kuba semuanya tinggal di Miami, sebuah kota dengan komunitas Amerika Latin yang besar, dan selalu berbicara dengan bahasa Spanyol.

"Jelas saja, semua orang yang berbahasa Spanyol di Inggris berkata, 'Oh, Saya lupa kata-katanya.' Ini yang biasanya mereka katakan ke Anda: 'Saya sulit mencari kata yang tepat, khususnya saat saya menggunakan kosa kata yang saya pelajari untuk pekerjaan saya'," kata Dominguez.

Sebagai seorang Spanyol yang bekerja kebanyakan di luar negeri, dia menyadari kesulitan itu dan mengatakan, "Jika saya harus berbincang mengenai ini dengan seorang Spanyol dalam bahasa Spanyol, sepertinya saya tidak bisa."

Betapa pun, ketika dia menganalisa penggunaan subjek bahasa yang diujinya lebih lanjut, dia menemukan perbedaan yang mencolok. Orang Spanyol yang tidak bergaul melestarikan dengan sempurna tata bahasa mereka. Namun, orang Kuba - yang terus menerus menggunakan bahasa ibu mereka - telah kehilangan ciri khas asli tertentu.

Faktor kuncinya bukan pengaruh bahasa Inggris, namun jenis bahasa Spanyol lain yang ada di Miami. Dengan kata lain, orang Kuba mulai berbicara seperti orang Kolombia atau Meksiko.

Nyatanya, ketika Dominguez kembali ke Spanyol setelah tinggal di AS, dengan banyak teman-teman Meksiko di sana, teman-temannya di negara asal mengatakan dia sekarang lebih terdengar seperti orang Meksiko.

Teorinya adalah semakin akrab bahasa atau dialek lain dengan kita, semakin mungkin itu mengubah bahasa ibu kita. Dia memandang kemampuan beradaptasi ini sebagai sesuatu yang perlu dirayakan - bukti daya temu kita sebagai manusia.

Related

Science 7762687943759285842

Recent

item