Mengapa Suku Dani di Papua Memakai Koteka? Ini Penjelasannya

Mengapa Suku Dani di Papua Memakai Koteka? Ini Penjelasannya

Unik dan menarik mata, siapapun yang pernah melihatnya. Bagaimana tidak, cara tradisional membungkus alat vital pria yang dikenal koteka ini bentuk dan ukurannya memang tidak biasa. Cara adat Papua untuk hidup dan bertahan diri yang unik.

Holim, atau dikenal luas dengan nama koteka, memang budaya asli suku Dani, Papua. Seperti kita tahu, suku ini nyaris tanpa pakaian. Maka, ketika para lelaki pergi ke hutan untuk berburu, mencari kayu, atau aktivitas sehari-hari, mereka selalu menutupi bagian vital mereka dengan koteka.

Alasan lain mengapa mereka lebih suka 'bertelanjang' diri saat berburu dan di keseharian, karena lebih leluasa bergerak, tidak kegerahan. Mereka enggan berpakaian seperti kita, dengan alasan warna pakaian akan menarik perhatian hewan yang akan diburu, akibatnya hewan buruan jadi mudah lolos.

Tapi itu dulu. Kini, suku Dani perlahan mulai menerima modernisasi, terutama dalam hal berpakaian. Kini bisa dibilang orang berkoteka sudah amat jarang. Budaya yang sudah ada sejak nenek moyang itu kini nyaris punah, dikalahkan oleh modernisasi dan perubahan gaya hidup.

Holim atau koteka dibuat dari jenis buah labu panjang yang dipanggang, dibersihkan isinya, dipanaskan kembali sehingga agak kecokelatan, lalu dijemur lagi, baru sekitar 30 menitan bisa dipakai.

Related

Indonesia 1258138672543087433

Ads

Topic

Recent

item