Fakta-fakta Seputar Facelift (Operasi Plastik untuk Wajah)

Fakta-fakta Seputar Facelift (Operasi Plastik untuk Wajah)

Naviri Magazine - Tidak ada yang abadi, termasuk keindahan serta kecantikan wanita. Seiring usia yang makin menanjak, kulit yang semula kencang mulai mengendur, dan kecantikan masa muda perlahan-lahan menghilang. Hal semacam itu tentu lumrah dan manusiawi, karena setiap orang pasti mengalaminya.

Namun, ada sebagian wanita yang merasa perlu menjaga kecantikan dan kemudaannya. Dalam hal itu, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan melakukan facelift. Dalam bahasa awam, facelift diartikan sebagai operasi plastik yang dilakukan pada bagian wajah. Sementara secara harfiah, facelift memiliki arti tarik wajah.

Berbicara soal bahasa medis, prosedur ini memiliki nama rhytidectomy, sebuah prosedur operasi plastik yang dapat ‘menyamarkan’ tanda-tanda penuaan pada wajah dan leher. Hasil operasi ini menjanjikan siapa saja yang menjalaninya menjadi tampak lebih muda.

Perlu diketahui, prosedur ini akan menyebabkan wajah tampak memar dan bengkak dalam waktu beberapa hari hingga satu bulan lamanya. Meski begitu, proses pemulihan disesuaikan dengan keadaan pasien masing-masing.

Jika Anda berniat melakukan prosedur facelift, berikut fakta-fakta yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu:

1. Dilansir Medical News Today, facelift dapat melibatkan bius lokal, sedatif, atau anestesi lainnya. Prosedur ini bisa memakan waktu mulai dari dua hingga lima jam lamanya.

2. Prosedur ini dilakukan dengan cara menghilangkan kulit berlebih yang membuat tampilan wajah seolah bergelambir. Dengan begitu, wajah akan tampak lebih muda, dengan tampilan kulit yang seolah lebih kencang. Meski terkenal untuk mengencangkan kulit, faktanya kini facelift juga bisa menjadi prosedur untuk mereposisi kulit, otot, dan lemak pada wajah.

3. Untuk hasil yang maksimal, prosedur facelift bisa dikombinasikan dengan bedah plastik lainnya. Misalnya untuk dahi, alis, kantung mata, dan lainnya.

4. Secara tradisional, prosedur ini melalui proses penyayatan, yang dimulai dari bagian rambut atau garis rambut bagian atas, juga di bagian telinga. Kemudian, sayatan dilanjutkan ke bagian bawah telinga, hingga berakhir di garis rambut lainnya di bagian belakang telinga.

5. Setelahnya, kulit berlebih dan jaringan lemak akan diangkat sesuai dengan seberapa kendur permasalahan kulit pasien. Otot-otot dan jaringan di sekelilingnya dapat direkatkan, jika menurut dokter ahli bedah diperlukan.

6. Luka dari operasi tersebut akan dijahit, juga diperban. Perlu diketahui, prosedur ini akan menyebabkan wajah tampak memar dan bengkak dalam waktu beberapa hari hingga satu bulan lamanya. Meski begitu, proses pemulihannya disesuaikan dengan keadaan pasien masing-masing.

7. Sama seperti prosedur operasi lainnya, tindakan facelift juga memiliki risiko medis dan komplikasi. Berbagai komplikasi tersebut antara lain pendarahan dan memar berlebihan, infeksi, bekas luka yang menebal, dan hilangnya rambut di sekitar sayatan.

8. Prosedur kecantikan ini membutuhkan tenaga medis yang ahli dan kompeten. Pastikan Anda datang ke ahli bedah yang memang berkecimpung di dunia kecantikan bedah plastik.

Baca juga: Kasus-kasus Operasi Plastik Gagal yang Terkenal di Dunia

Related

Beauty 1803923532718039798
item