Menguak Misteri Raja Arthur, Penyihir Merlin, dan Pedang Exalibur

Menguak Misteri Raja Arthur, Penyihir Merlin, dan Pedang Exalibur, naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Dalam legenda, Raja Arthur lahir sekitar abad 5 Masehi. Dalam legenda juga dikatakan, penyihir besar Merlin menyamarkan Uther Pendragon (salah satu serdadu hebat Inggris) untuk menyerupai Duke dari Tinagel, suami Igraine dari Cornwall.

Uther Pendragon merayu Igraine di pondok Tintagel, tetapi anak yang dilahirkan kemudian diberikan kepada orang lain. Anak tersebut diberi nama Arthur. Ia dibesarkan tanpa mengetahui sama sekali garis keturunanya. Ketika uther meninggal, tahta pun kosong. Merlin menancapkan sebuah pedang pada sebuah batu, yang sampai saai ini dikenal dengan pedang Excalibur.

Kemudian, Merlin memberitahu pada semua orang, bahwa siapa saja yang dapat mencabut pedang tersebut adalah keturunan raja yang sah.

Ketika Arthur mampu mencabut pedang tersebut, dia diumumkan sebagai raja. Tetapi tujuh penguasa Inggris lainnya memberontak, karena usia Arthur yang masih muda, dan mereka tidak mau diperintah oleh raja yang lebih muda. Namun Arthur dapat memadamkan pemberontakan tersebut.

Arthur menikahi Guinevere, dan mengumpulkan sekelompok ksatria pemberani dan jujur, di suatu kerajaan yang berkedudukan di Camelot, lembah Avalon.

Untuk menghindari pilih kasih di kalangan ksatria, ayah Guinevere memberikan meja bundar yang melegenda, kepada Arthur. Bersama-sama, mereka mendapatkan kemenangan besar melawan penyerbu Saxon dan kekaisaran Romawi.

Arthur bahkan dikatakan telah menjadi kaisar, dan memulai pencarian Cawan Suci. Akan tetapi, pada masa itu salah satu ksatria Arthur yang paling dipercaya, Lancelot, berselingkuh dengan Guinevere.

Hal itu menandai permulaan tamatnya kekuasaan Arthur. Kedua kekasih tersebut melarikan diri ke negeri Lancelot di Brittany, Prancis. Arthur memutuskan untuk mengejar mereka, dan memerangi mantan sahabatnya tersebut, meninggalkan Mordred, keponakannya, sebagai penjaga Inggris selama dia pergi.

Sementara Arthur sedang berperang di sepanjang terusan Inggris, Mordred memberontak, sehingga Arthur terpaksa kembali ke negaranya.

Perang yang sengit berlangsung di dataran Salisbury, antara Arthur dan Mordred. Dalam perang tersebut, Arthur berhasil membunuh Mordred, tetapi ia mendapatkan luka yang sangat parah.

Di ambang kematiannya, Arthur kembali ke Avalon. Dalam legenda, konon ia melemparkan pedang Excalibur ke dalam danau kerajaan, dan dia sendiri menghilang ke dalam sebuah goa, dan bersumpah akan kembali jika bahaya mengancam Inggris.

Bukti pertama yang diketahui atas legenda Arthur ini ada dalam karya Gilda De Excidio Britanniae, pada abad keenam, yang dikatakan prajurit Inggris dipimpin oleh seorang pria yang disebut Ambrosius Aurelianus. Nama “Arthur” terdapat pada karya Nennius pada abad ke 9. Tetapi mulai awal abad ke 12, fenomena legenda Arthur mulai dipercaya orang.

Banyak orang percaya bahwa Glastonbury di Sommerset adalah tempat Camelot sesungguhnya, dan pada abad ke 12 diklaim bahwa makam Arthur ditemukan di sana.

Bukti terbaru ditemukan pada 1998, saat para arkeolog menemukan sebuah lempengan yang ditandai dalam bahasa Latin, bernama “Atagnov” atau “Arthou”, di atas bukit karang di Tinagel, Cornwall. Lempengan tersebut berasal dari abad keenam.

Kita tidak tahu pasti siapa yang digambarkan sebagai raja Arthur dalam legenda Arthurian tersebut. Tetapi, semakin banyak temuan peninggalan masa lalu yang ditemukan, kita pun semakin dekat dengan kebenaran legenda tersebut.

Related

Mistery 4224370597979078539

Recent

item