Fenomena Laut Terbelah yang Benar-benar Terjadi di Dunia


Naviri Magazine - Fenomena laut terbelah sering dilekatkan dengan kisah Nabi Musa, ketika ia bersama pengikutnya dikejar pasukan Firaun. 

Ketika Musa dan pengikutnya sampai di tepian Laut Merah, mereka menghadapi jalan buntu. Di depan ada laut yang luas membentang, sementara di belakang ada Firaun dan pasukannya. Lalu, mukjizat terjadi. Setelah Nabi Musa melemparkan tongkatnya, Laut Merah terbelah, dan memberi jalan bagi Musa dan pengikutnya.

Meski kisah itu terkesan ajaib, sebenarnya fenomena laut terbelah juga terjadi di beberapa tempat lain di dunia, bahkan ada yang di Indonesia. Berikut ini adalah empat fenomena laut terbelah yang benar-benar terjadi di dunia modern.

1. Pulau Jindo (Korea Selatan)

Kejadian laut pernah terjadi di Pulau Jindo, yang ada di Korea Selatan. Fenomena alam itu dikarenakan pasang surutnya air laut.

Pada saat air laut sedang surut, akan terbentuk daratan seolah-olah seperti jembatan laut dengan panjang 2,8 KM, dan lebarnya hingga 60 meter, yang menghubungkan Pulau Jindo dengan Pulau Modo, selama sekitar satu jam.

2. Pulau Dodola (Maluku, Indonesia)

Di Maluku Utara, tepatnya di Pulau Dodola, Kabupaten Morotai, kita bisa melihat fenomena laut terbelah. Seperti di Korea Selatan, fenomena ini terjadi karena pasang surut air laut.

Pada saat air laut sedang surut, kita dapat melihat laut yang terbelah. Di tengahnya terdapat pasir yang membelah dua sisi dengan batasan seperti pantai. Sisi tengah atau jembatan laut itu menghubungkan Pulau Dodola Kecil dan Pulau Dodola Besar.

Namun, jika air laut sudah pasang, maka jembatan laut itu akan tertutup oleh air laut, dan kedua pulau tadi akan dipisahkan kembali oleh air laut.

3. Minister Island (Kanada)

Di Kanada, ada obyek wisata yang terbentuk karena peristiwa alam yang langka dan unik. Obyek wisata itu menyerupai laut yang terbelah.

Seperti yang lainnya, obyek wisata di Kanada, tepatnya di Minister Island, terbentuk karena peristiwa pasang surut air laut. 

4. Pantai Lariti (Bima, NTB)

Pantai Lariti berada di Kota Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Dari pinggir Pantai Lariti, kita dapat melihat sebuah pulau kecil yang hanya berjarak sekitar 250 meter di seberang pantai. Pulau kecil tersebut mempunyai jalan atau jembatan sebagai penghubung ke Pantai Lariti.

Pada saat air laut sedang surut, jalan penghubung tersebut akan muncul, seolah-olah membelah laut. Pada saat itu juga, pengunjung Pantai Lariti dapat menyeberang ke pulau kecil tersebut dengan jalan kaki, atau tanpa menggunakan kapal. Namun, saat air laut sudah pasang, jalan penghubung itu akan tertutup kembali oleh air laut.

Related

Nature 7340840951353177772

Recent

item