Ini 10 Aturan Gila di Korea Utara yang Bikin Kita Geleng Kepala

Ini 10 Aturan Gila di Korea Utara yang Bikin Kita Geleng Kepala

Naviri Magazine - Kita yang hidup di Indonesia tampaknya harus bersyukur. Karena, meski mungkin di negeri kita ada berbagai masalah, namun setidaknya warga Indonesia diberi kebebasan dalam menjalani hidup. Kita bebas memilih pakaian yang ingin dikenakan, bebas mendengarkan lagu yang disukai, sampai bebas mengakses internet di mana saja.

Hal-hal semacam itu tidak ada di Korea Utara. Pemerintah Korea Utara melarang rakyatnya untuk menikmati hal-hal yang biasa kita nikmati. Warga Korea Utara tidak bisa bebas mendengarkan musik, tidak bisa mengakses internet, juga tidak bebas memilih pakaian sampai potongan rambut. Berikut ini adalah sepuluh aturan gila di Korea Utara yang bisa bikin kita geleng kepala.

Fashion berbau barat

Korea Utara merupakan negara dimana kamu akan sulit menjumpai mode fashion yang kebarat-baratan. Untuk urusan fashion dan pakaian, Kim Jong Un hanya memperbolehkan produk-produk lokal. Beberapa hal seperti model bahkan juga desainer, semuanya asli dari Korea Utara. Jadi, kamu tidak akan mudah menemukan pakaian seperti jeans di sana.

Pembalut sekali pakai

Yang kedua ini sungguh bikin kita geleng-geleng. Di Korea Utara, pembalut sekali pakai adalah benda yang dilarang beredar. Saat menstruasi, wanita di sana hanya diperbolehkan mengenakan pembalut reusable yang dapat dicuci dan dipakai lagi. Waduh!

Cat rambut dan gaya rambut yang aneh-aneh

Peraturan yang super ketat tentang cara berpenampilan dan berpakaian juga mencakup model dan warna rambut. Di Korea Utara, model potongan rambut adalah hal yang dibatasi. Untuk wanita, hanya ada 19 gaya rambut, dan 10 gaya untuk pria. Hal-hal yang membuat penampilan tampak mencolok seperti cat rambut juga benar-benar dilarang di sana.

Minuman bersoda

Produk yang dilarang selanjutnya adalah soft drink, terutama Coca-Cola. Di Korea Utara, kamu hanya bisa menemukan minuman semacam itu di supermarket kelas atas ataupun pasar gelap, itu pun produk milik Tiongkok. Dilarangnya soft drink ini desebabkan embargo perdagangan oleh Amerika Serikat, sehingga produk-produk tersebut tidak dapat ditemui di Korea Utara.

Obat-obatan

Fasilitas kesehatan yang buruk dan tidak memadai di Korea Utara membuat masyarakat tidak dapat memperoleh obat-obatan dengan mudah di pasaran. Sistem pemerintahan yang tidak berjalan, baik akibat kemunduran ekonomi, bencana alam, dan kekurangan bahan bakar, membuat fasilitas-fasilitas kesehatan sulit diperoleh di sana.

Merokok

Sejak tahun 2016, Korea Utara gencar dengan kampanye antirokok. Di berbagai media, pemerintah selalu mendengung-dengungkan bahaya mengonsumsi rokok. Kim Jong Il dan Kim Il Sung, yang merupakan ayah dan kakek Kim Jong Un merupakan perokok berat. Keduanya meninggal akibat serangan jantung karena kebiasaan merokok tersebut.

Sejak kampanye tersebut, produk rokok tak lagi mudah ditemukan. Walaupun begitu, aturan tersebut sepertinya merupakan pengecualian bagi presiden Korea Utara, Kim Jong Un. Ia kerap tertangkap kamera sedang merokok, membuat masyarakat menilai kampanye antirokok tersebut hanya untuk warga, dan tidak untuk dirinya.

Saluran TV Kabel

Penyensoran media dan pers oleh pemerintahan yang sangat ketat, membuat Korea Utara hanya memiliki 4 saluran TV, yang tentu saja semuanya dikontrol oleh pemerintah. Semua saluran TV di Korea Utara pun hanya menampilkan acara-acara yang isinya mengagung-agungkan pemerintah.

Jika ada yang kedapatan menonton acara TV luar, seperti Korea Selatan, maka pemerintah tidak segan menghukum mati.

Akses internet

Sama seperti televisi, internet adalah hal yang sangat terbatas untuk bisa diakses oleh warga Korea Utara. Untuk menggunakan internet, mereka harus terlebih dahulu izin pada pemerintah, dan menjelaskan apa tujuannya mengakses internet. Mereka baru dapat menggunakan internet hanya setelah mendapatkan izin.

Mengemudi dan memiliki kendaraan pribadi

Larangan pemerintah Korea Utara selanjutnya yang membuat geleng-geleng adalah soal mengemudi. Warga Korea Utara dilarang mengendarai kendaraan dan memiliki kendaraan pribadi. Beberapa orang yang dapat berkendara dengan bebas hanyalah kalangan pejabat. Itulah mengapa, menjumpai aktivitas berkendara di Korea Utara adalah hal yang langka.

Mendengarkan musik

Kalau di negara kita, mendengarkan lagu-lagu Taylor Swift, Katy Perry, dan Justin Bieber adalah hal biasa. Namun berbeda keadaannya dengan warga Korea Utara. Di negara mereka, lagu yang boleh diperdengarkan adalah lagu-lagu kebangsaan dan lagu-lagu pujian untuk presiden mereka, yakni Kim Jong Un.

Related

World's Fact 5093990869606245715

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item