Panduan untuk Ibu Rumah Tangga yang Bekerja dari Rumah


Naviri Magazine - Bekerja dari rumah bukan berarti bekerja semau Anda. Meski sambil mengurus anak, Anda punya kewajiban pekerjaan yang harus diselesaikan.

Menurut psikolog keluarga, Rosdiana Setyaningrum Tarigan, dikutip MotherandBaby, bekerja di rumah memiliki tantangan yang berbeda. Keberhasilan bekerja di rumah adalah pada pengaturan waktu antara pekerjaan rumah dan kantor.

Meski di rumah, disiplin waktu adalah hal penting. Beri pengertian kepada semua anggota keluarga bahwa ada saat tertentu yang Anda butuhkan untuk bekerja. Akan lebih baik kalau Anda bisa menginformasikan waktu yang secara khusus dibutuhkan untuk bekerja. 
Berikut ini kiat yang bisa Anda terapkan saat bekerja dari rumah.

Membuat jadwal harian

Memisahkan pekerjaan rumah dan kantor adalah hal yang sulit dilakukan. Jadi, langkah pertama adalah membuat jadwal. Ini sangat penting, karena akan membantu Anda mengetahui apa yang harus dilakukan sepanjang hari.

Menurut psikolog Alan Hedge, Ph.D, dari Cornell University, membuat jadwal harian akan membantu tubuh dan pikiran untuk beradaptasi pada lingkungan kerja yang baru.

Usahakan agar tidak melakukan pekerjaan rumah jika Anda sedang dalam waktu bekerja. Inilah alasan mengapa diperlukan membuat jadwal yang tetap untuk jam kerja di rumah. Anda bisa menulis seluruh rencana aktivitas, dan menempelkannya di tempat yang mudah terlihat.

Masukkan ke dalam jadwal kapan waktu untuk menyusui, hingga menjemput anak. Buat juga estimasi waktu untuk mengurus urusan domestik. Sehingga Anda bisa menghitung berapa waktu yang bisa dipakai untuk konsentrasi bekerja di rumah.

Sebab, menurut Hadge, konsentrasi dapat buyar setelah 20 menit bekerja. Pastikan saat bekerja di rumah, Anda fokus dengan waktu yang sudah diatur, sehingga hasilnya maksimal.

Memasang mesin pengingat waktu

Anda akan membutuhkan mesin pengingat waktu. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari aplikasi di ponsel atau alarm portabel.

Agar praktis, pasang aplikasi pengingat di gawai untuk setiap kegiatan yang sudah dijadwalkan. Jika mesin pengingat berbunyi, tanda Anda berhenti dari aktivitas dan beralih pada kegiatan lain.

Ini akan membuat Anda lebih disiplin dan maksimal memanfaatkan waktu yang sudah diatur saat bekerja di rumah. Anda pun tidak akan melewati satu jadwal yang sudah dibuat.

Menentukan prioritas

Kadang ada banyak hal yang harus diselesaikan, dan waktu terbatas. Apalagi kerja di rumah tak lepas dari hal-hal kecil yang dapat menjadi gangguan dalam konsentrasi bekerja. Bersiaplah untuk hal yang tidak terduga saat bekerja di rumah.

Meski Anda sudah membuat jadwal harian dan berusaha untuk konsisten, kenyataan bisa berbeda. Mana yang perlu didahulukan? Maka tetapkan target dan prioritas Anda.

Mencari bantuan

Jika sudah mencoba semua langkah di atas, namun masih kewalahan, saatnya mencoba mencari bantuan.

Anda perlu belajar menerima kenyataan bahwa Anda punya kewajiban. Dengan adanya bantuan, Anda bisa konsentrasi dan fokus bekerja di rumah, anak pun tetap terurus dengan baik.

Caranya bisa dengan menitipkan anak di penitipan, sampai Anda menyelesaikan pekerjaan. Atau bisa juga dengan mencari pengasuh.

Bekerja dengan fokus akan membuat pekerjaan selesai dengan tepat waktu. Pada akhirnya, Anda mungkin bisa memiliki waktu bersama anak lebih luang.

Memiliki waktu senggang

Keuntungan bekerja dari rumah, Anda bisa bekerja dari mana saja, tak hanya di rumah. Selama memungkinkan, sesekali bekerjalah di kedai kopi favorit, atau tempat lain. Keluar rumah dan menikmati sinar matahari atau bersosialisasi dengan orang lain, baik untuk kesehatan mental.

Related

Tips 4600675485777361607

Recent

item